@thesis{thesis, author={Laila Risaida D1A115350}, title ={Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Di Daerah Sentra Produksi Sagu Di Kelurahan Kapoiala Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe}, year={2019}, url={http://repo.uho.ac.id/546/}, abstract={ABSTRAK LAILA RISAIDA (D1A1 15 350). Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Daerah Sentra Produksi Sagu di Kelurahan Kapoiala Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe. Di bawah bimbingan Bapak Saediman sebagai pembimbing I dan Bapak Surni sebagai pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status ketahanan pangan rumah tangga, strategi mengatasi kekurangan pangan dan peranan pangan lokal dari sagu. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Mei 2019 di Kelurahan Kapoiala Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 134 KK dan sampel diambil secara simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin. Analisis data dilakukan dengan menggunakan modul ketahanan pangan rumah tangga yang dikembangkan oleh United States Development of Agriculture dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga di Kelurahan Kapoiala sebesar 73,4% berada dalam status ketahanan pangan marjinal, 18,3% berada pada status ketahanan pangan sangat rendah, 5% berada pada status ketahanan pangan rendah dan 3,3% ketahanan pangannya tinggi. Bagi yang statusnya marjinal, ketahanan pangannya sudah tidak aman (food insecure) namun belum mengalami kelaparan, sedangkan bagi yang statusnya tinggi, ketahanan pangannya aman dan tidak mengalami kelaparan. Status ketahanan pangan ini hanya merupakan pengukuran dalam waktu satu bulan terakhir. Strategi mengatasi kekurangan pangan terkait pangan sebesar 98,3% dengan menggunakan strategi memasak apa yang ada di rumah (makan seadanya) dan terkait pengeluaran atau pendapatan rumah tangga sebesar 80% dengan menggunakan strategi meminjam uang ke pedagang atau mengambil kredit. Rumah tangga responden menyatakan sering mengkonsumsi makanan dari sagu sebagai makanan pokok mereka dalam satu tahun terakhir. Dalam seminggu terakhir, pangan lokal dari sagu dikonsumsi dalam rata-rata 2,3 hari, dibandingkan nasi 4,6 hari. Untuk rumah tangga dengan status rawan pangan, makanan pokok dari sagu bahkan dikonsumsi dalam 5,7 hari dibandingkan dengan tahan pangan 4,9 hari. Ini berarti sagu memiliki peranan sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga di Kelurahan Kapoiala, terutama rumah tangga dengan status rawan pangan. Kata Kunci : Ketahanan, Pangan, Sagu, Lokal, Kelurahan, Kapoiala.} }