@thesis{thesis, author={RISWANDI p3e116037}, title ={PENGELOMPOKAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI id UHO SULAWESI TENGGARA BERDASARAKAN INDIKATOR KESEHATAN MASYARAKAT}, year={2019}, url={http://repo.uho.ac.id/566/}, abstract={ABSTRAK RISWANDI. Pengelompokan Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara Berdasarakan Indikator Kesehatan Masyarakat. Dibimbing oleh AGUSRAWATI dan MAKKULAU. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan indikator kesehatan masyarakat menggunakan analisis gerombol. Analisis gerombol adalah salah satu teknik multivariat yang bertujuan mengklasifikasi objek-objek ke dalam suatu kelompok-kelompok yang berbeda antara kelompok satu dengan yang lainnya. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder tentang variabel pembentuk kelompok pertama dengan anggotaidkelompok yaitu kabupatenUHOButon,Kolaka Utara, Buton Utara, dan Buton Selatan.dengan karakteristik indikator kesehatan Cakupan imunisasi lengkap yang relatif tinggi, dan Prevalensi BTA yang terendah, kelompok Indikator Kesehatan Masyarakat di 17 kabupaten/kota yang diperoleh dari hasil Riskesdas dan Badan Pusat Statistik Provinsi Sulewesi Tenggara pada tahun 2017. Hasil analisis menunjukan bahwa kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara dikelompokkan menjadi 5 kelompok berdasarkan indikator kesehatan, yaitu cakupan penangananuhoPerpustakaanneonatalyangpalingrendah,kelompok ketiga yaitu kabupaten Muna dan Konawe Kepulauan dengan karakteristik indikator kesehatan prevalensi Wakatobi, dan Kota Baubau.acdengan karakteristik indikator kesehatan rasio dokter terhadap 100.000 penduduk yang paling tinggi dan cakupan pemberian ASI serta kedua yaitu kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka, Konawe Utara, TBC, prevalensi merokok tiap hari yang tertinggi dan cakupan pemberian ASI yang terendah, kelompok. keempat yaitu kabupaten Kolaka Timur, Buton Tengah, dan sitediMunaBaratdengan karakteristik indikator kesehatan cakupan pemberian ASI dan prevalensi BTA yang paling tinggi sementara cakupan imunisasi lengkap, prevalensi diare, rasio bidan dan dokter terhadap 100.000 penduduk yang terendah, kelompok kelima yaitu Kota Kendari dengan karakteristik indikator kesehatan cakupan persalinan oleh nakes, cakupan pemeriksaan neonatal, prevalensi diare dan persentase merokok tiap hari yang paling tinggi sementara prevalensi TBC dan rasio bidan terhadap 100.000 penduduk yang paling rendah. Kata kunci : Analisis Gerombol, Hierarki, Indikator Kesehatan, Metode Ward.} }