@thesis{thesis, author={Muda Yosefina Kety}, title ={TENUN IKAT TRADISIONAL PADA KELOMPOK TENUN BLIRANSINA DESA WATUBLAPI KABUPATEN SIKKA NUSA TENGGARA TIMUR}, year={2021}, url={http://repo.undiksha.ac.id/8172/}, abstract={Penelitian ini bertujuan mendekskripsikan (1) proses pembuatan tenun ikat tradisional pada kelompok tenun Bliransina Desa Watublapi Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur, (2) motif hias yang diproduksi oleh kelompok tenun ikat tradisional pada kelompok tenun Bliransina, (3) komposisi motif hias kain tenun tradisional pada kelompok tenun Bliransina. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan dikelompok tenun Bliransina Desa Watublapi Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik atau ketua kelompok tenun Bliransina dan anggota kelompok pengrajin tenun ikat pada kelompok tenun Bliransina yang ada di Desa Watublapi Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka. Obyek Penelitian adalah proses pembuatan tenun ikat, jenis motif hias yang dihasilkan serta komposisi motif hias pada tenun ikat yang dihasilkan oleh kelompok tenun Bliransina Desa Watublapi Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dan wawancaran. Instrumen penelitian antara lain lembar observasi dan lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) proses pembuatan tenun ikat tradisional pada kelompok tenun Bliransina desa Watublapi dari persiapan bahan dan alat, pengelosan benang, pembentangan benang, membuat motif, pencelupan benang, melepas ikatan motif, pengkanjian, menyiapkan benang pakan hingga proses menenun. (2) jenis motif hias yang diproduksi oleh kelompok tenun Bliransina antara lain motif tua atau jentiu, motif utan rempesikka dan motif Jarang Ata Bian. (3) Komposisi kain tenun tradisional pada kelompok tenun Bliransina mengikuti susunan motif kain tenun wilayah Sikka pada umumnya yaitu memiliki wiwir, tokang, ehko, buhyeng dan adha inang, dan dalam penerapan atau pengaturan tata letak motif mengikuti prinsip-prinsip komposisi yaitu prinsip pengulangan (repetisi), prinsip harmoni, prinsip kesatuan (unity) dan prinsip keseimbangan (balance).} }