@thesis{thesis, author={Weliana Bella Thalia}, title ={FUNERAL CEREMONY OF CINA BENTENG IN TANGERANG: A SEMIOTIC ANALYSIS}, year={2021}, url={http://repositori.buddhidharma.ac.id/1772/}, abstract={Interpretasi merupakan cara manusia untuk melihat, menganalisis, dan memperoleh informasi suatu objek. Manusia dapat mengartikan suatu objek dengan cara yang berbeda dengan arti harfiahnya atau melihat sesuatu dalam pengaruh budayanya. Menganalisis suatu objek tertentu melalui semiotik dapat membantu kita untuk memahami makna dari suatu benda. Penelitian ini menggunakan teori Roland Barthes tentang denotasi, konotasi, dan mitos. Data-data diperoleh dari upacara pemakaman Cina Benteng di Tangerang dalam bentuk tanda seperti tanda verbal (mantra) dan tanda nonverbal (atribut). Makna-makna denotatif diperoleh dengan menggunakan kamus Oxford: Advanced Learner?s Dictionary edisi ke-9. Sementara itu, makna-makna konotatif dan mitos-mitos dianalisis melalui upacara pemakaman Cina Benteng sebagai relasi (R). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 74 tanda dalam upacara pemakaman Cina Benteng di Tangerang, 4 tanda verbal dan 70 tanda nonverbal. 4 tanda verbal merupakan mantra dalam upacara penebaran daun teh, Jib Bok, Lo Kong, dan Ngo Kok. 70 tanda nonverbal dapat dibagi atas 6 bagian yaitu atribut nonspesifik upacara (10 randa), pra-Jib Bok (11 tanda), Jib Bok (9 tanda), meja abu (28 tanda), Cut Soa (7 tanda), dan Jib Gong (5 tanda). Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua atribut mengandung mitos, hanya terdapat 6 mitos yang ditemukan.} }