A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={ }, title ={Gambaran Keluhan Muskuloskeletal di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar Tahun 2011}, year={2011}, url={http://repositori.uin-alauddin.ac.id/3357/}, abstract={Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan yang dirasakan berupa nyeri, atau kelainan pada sistem otot rangka yang terdiri dari jaringan saraf, otot, ligament, tendon, dan sendi. Berdasarkan data dari poliklinik PT. Industri Kapal Indonesia (persero) Makassar dari bulan Juli sampai Desember 2010 menunjukkan bahwa sekitar 19,8% atau sebanyak 55 pekerja bagian produksi di industri ini mengalami keluhan oto. Tujuan darai penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 114 pekerja dan sampel sebanyak 89 pekerja bagian produksi di PT. Industri Kapal Indonesia (persero) Makassar yang dipilih dengan metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan observasi terhadap pekerja dan pembagian kuesioner nordic body map. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan faktor umur yang mengalami keluhan muskuloskeletal sebesar 91,0%, masa kerja lama mengalami keluhan muskuloskeletal sebesar 91,0%, kebiasaan merokok mengalami keluhan muskuloskeletal sebesar 51,7%, kebiasaan olahraga mengalami keluhan muskuloskeletal sebesar 87,6%, dan keluhan muskuloskeletal paling banyak dialami oleh pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (persero) Makassar pada bagian pinggang sebesar 74,2%. Disarankan bagi perusahaan PT. Industri Kapal Indonesia (persero) Makassar untuk menyiapkan fasilitas kerja yang ergonomis, dan pemberian pendidikan dan latihan (diklat) pada karyawan tentang posisi-posisi kerja yang ergonomis.} }