A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={ }, title ={Pesan Dakwah dalam Tradisi Mappadendang di Desa Kebo, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng}, year={2016}, url={http://repositori.uin-alauddin.ac.id/3437/}, abstract={Skripsi ini merupakan studi tentang Pesan Dakwah dalam Tradisi Mappadendang di Desa Kebo, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng dengan permasalahan pokok yang diajukan dalam penelitian adalah Bagaimana pesan dakwah dalam tradisi mappadendang di Desa Kebo Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng dan Bagaimana hambatan dan solusi yang hadapi terkait proses penyampaian pesan-pesan dakwah dalam tradisi mappadendang di Desa Kebo Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ialah untuk mengetahui pesan dakwah serta hambatan yang dihadapi terkait proses penyampaian pesan-pesan dakwah dalam tradisi mappadendang di Desa Kebo Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng, kemudian solusinya. Kajian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik analisis kualitatif. Berdasarkan teknik pengambilan sample secara purpusif, ditetapkan 5 orang responden dari tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Kebo Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, kuiseoner, wawancara, dan dokumentasi literature. Temuan lapangan menunjukkan bahwa dalam tradisi mappadendang terdapat pesan dakwah yang mengandung nilai akidah, syariat dan akhlak. Sedangkan hambatan dan solusi yang hadapi terkait proses penyampaian pesan-pesan dakwah dalam tradisi mappadendang ialah kurangnya kesadaran dari para generasi muda akibat dari pengaruh globalisasi serta kurangnya pemahaman dalam bahasa. Untuk itu penyampaiannya digunakan dengan bahasa yang lebih sederhana kemudian ketua adat perlu melakukan komunikasi interpersonal.} }