A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={ }, title ={Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Pasien Tuberkolosis Paru dengan Keteraturan Berobat di Wilayah Kerja Puskesma Kassi-Kassi}, year={2010}, url={http://repositori.uin-alauddin.ac.id/3701/}, abstract={Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah serius di berbagai bagian dunia. Di Indonesia, tuberkulosis menjadi penyebab kematian ke tiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan. Pengobatan pada tuberkulosis merupakan paduan obat anti tuberkulosis (OAT) jangka pendek dengan pengawasan langsung oleh pengawas menelan obat (PMO). Ketidakteraturan minum obat merupakan salah satu penyebab kegagalan program penanggulangan TB Paru.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dimana data primer menggunakan kuesioner dan data sekunder dengan melihat catatan berobat dan melihat register di Puskesmas. Sampel adalah sejumlah anggota yang dipilih/diambil dari suatu populasi. Dalam pengambilan sampel ini peneliti menggunakan tehnik aksidental sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan kebetulan bertemu. Berdasarkan hasil penelitian bahwa data menggunakan uji statistic dengan chi square pada tabel di atas maka di peroleh hasil nilai value =0,017 pada batas kemaknaan (α 0,05) maka Ho ditolak yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien TB paru dengan keteraturan berobat.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pengetahuan tentang TB paru, sikap untuk melakukan pengobatan dan motivasi untuk berobat teratur ada hubungan dengan keteraturan berobat. Saran penulis kepada Puskesmas agar lebih memperhatikan dan memberikan penyuluhan tentang penyakit TB paru kepada masyarakat sebagai upaya preventif guna mengurangi penyakit TB paru.} }