A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={ }, title ={Kelangkaan, Teori Nilai dan Teori Harga dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kritis terhadap Ekonomi Politik Kapitalisme)}, year={2015}, url={http://repositori.uin-alauddin.ac.id/8319/}, abstract={Berdasarkan hasil penelitian terhadap masalah pokok dan sub masalah yang diajukan, ditemukan beberapa hal yang kontradiktif antara ekonomi kapitalisme dan ekonomi islam: Ekonomi politik kapitalisme yang tegak diatas tiga pilar : Ide kelangkaan (scarcity), teori nilai (theory of value) dan teori harga (theory of price) lahir dari pandangan hidup sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) yang bertentangan dengan fakta dan akidah islam. Kelangkaan dalam pandangan para ekonom konvensional adalah problem utama/mendasar dalam bidang ekonomi, sehingga kajian-kajian ekonomi kapitalisme diarahkan lebih fokus pada penyelesaian problem utama yang dengan sendirinya seluruh problem cabang dalam bidang ekonomi secara otomatis akan selesai, berbeda dengan ekonom muslim, kelangkaan tidaklah dianggap sebagai problem utama melainkan hanyalah sekedar problem cabang ekonomi. Nilai suatu komuditi dalam kajian ekonomi konvensional adalah sesuatu yang bersifat nisbi dan relative karena disandarkan kepada utility yang bersifat personal, sementara utility identik dengan harga yang terus berubah sesuai mekanisme pasar, berbeda dengan ekonomi muslim yang memandang nilai adalah sesuatu yang real dan tidak spekulatif karena disandarkan kepada kadar maslahah yang terdapat pada suatu komuditas. Harga dalam kajian ekonom konvensional adalah satu-satunya faktor pendorong produksi, konsumsi dan distribusi, sementara ekonom muslim memandang harga hanyalah salah satu dari hal tersebut. Politik ekonomi kapitalisme menjadikan peningkatan kekayaan Negara sebagai tolok ukur kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, sementara politik ekonomi islam menjadikan terpenuhinya kebutuhan tiap individu masyarakat sebagai tolok ukur kesejahteraan dan kemakmuran} }