A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={ }, title ={Pola Dakwah Pembaharu Pemikiran Islam di Indonesia (studi komparatif gagasan Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari)}, year={2016}, url={http://repositori.uin-alauddin.ac.id/9828/}, abstract={Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) untuk mengetahui kepribadian Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari sebagai seorang tokoh pembaharu. 2) untuk mengetahui pola dakwah Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari dalam menghadapi umat Islam di Indonesia. 3) untuk mengetahui kondisi umat Islam sebelum dan setelah hadirnya Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan pendekatan historis dan pendekatan filosofis. Penelitian ini tergolong library research, untuk memperoleh data penulis menggunakan metode pengumpulan data berupa dokumentasi. Untuk pengumpulan data dokumentasi dibutuhkan alat tulis menulis yang berupa buku catatan juga pulpen, alat elektronik seperti leptop untuk membaca file berupa jurnal elektronik. Kemudian menganalisis data dengan cara reduksi data, display data, analisis perbandingan dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam skripsi ini adalah K.H. Ahmad Dahlan adalah seorang yang arif dan tajam pemikirannya serta memiliki pandangan yang jauh ke depan K.H. Hasyim Asy’ari mempunyai kepribadian yang luhur serta sikap pantang menyerah dan juga memiliki kekuatan spiritual yang dikenal dengan nama karamah. K.H. Ahmad Dahlan menggunakan metode dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan K.H. Hasyim Asy’ari menggunakan sistem bermazhab. Kondisi umat pada masa itu salah satunya adalah umat Islam dihinggapi berbagai macam penyakit seperti syirik, bid’ah, kurafat dan lain-lain. Dalam menghadapi kondisi umat tersebut maka kedua tokoh ini menggunakan metode yang berbeda. K.H. Ahmad Dahlan cenderung modernis karena dalam menghadapinya langsung merubah hal yang tidak sesuai dengan Al-Quran dan Hadist sedangkan K.H. Hasyim Asy’ari cenderung tradisionalis karena dalam menghadapinya dengan mempertimbangkan tradisi dikalangan masyarakat Islam.} }