@thesis{thesis, author={Erma Julita and Marisa Elsera and Sri Wahyuni}, title ={TRADISI KENDURI ARWAH DI PULAU BURU KELURAHAN LUBUK PUDING KECAMATAN BURU KABUPATEN KARIMUN}, year={2020}, url={http://repositori.umrah.ac.id/1409/}, abstract={Tradisi merupakan hasil cipta dan karya manusia objek material, kepercayaan, khayalan, kejadian, atau lembaga yang diwariskan dari suatu generasi ke generasi-generasi berikutnya. Seperti misalnya adat istiadat, kesenian, dan properti yang digunakan. Tradisi ini dialami oleh setiap anggota masyarakat sebagai sesuatu yang tetap bertahan, dalam periode waktu tertentu. Pada era modern ini masih banyak tradisi yang masih dipertahankan secara turun temurun dari nenek moyang hingga ke anak cucu pada suatu masyarakat. Diantara tradisi yang masih dilakukan masyarakat Pulau Buru Kelurahan Lubuk Puding ini salah satunya tradisi kenduri arwah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tradisi kenduri arwah di Pulau Buru Kelurahan Lubuk Puding kecamatan Buru Kabupaten karimun. Penelitian ini menggunakan bentuk pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer yaitu wawancara dengan informan yaitu tokoh adat, pembaca doa, dan masyarakat yang melaksanakan, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui pelaksanakan kenduri arwah terbagi menjadi 2 yaitu proses didalam kenduri arwah dan media dalam kenduri arwah. Proses kenduri arwah terdiri dari hari pertama sampai ketiga(niga hari), hari ke tujuh( nujuh hari), dua puluh hari, empat puluh hari, enam puluh hari, dan seratus setelah meninggalnya seseorang. Didalam kenduri arwah terdapat media-media yang digunakan, seperti hari pertama sampai ketiga menghidangkan kue apam, hari ke tujuh menghidangkan kue serabi, dan kemenyan atau setanggi sebagai alat dan syarat untuk menghantarkan doa kepada arwah almarhum atau almarhumah. Kata kunci : Tradisi, Media dan Makna dalam Kenduri Arwah} }