@thesis{thesis, author={Agus Hendrayady and Rizki Efsandy and Rumzi Samin}, title ={Strategi dinas pariwisata dan kebudayaan terhadap pelestarian makyong di kabupaten bintan provinsi kepulauan riau}, year={2020}, url={http://repositori.umrah.ac.id/1586/}, abstract={Kebudayaan yang masih ada ditengah masyarakat adalah Makyong. Makyong adalah seni teater tradisional yang menarik untuk disaksikan karena menggabungkan berbagai unsur di dalamnya yaitu agama, adat Melayu, sandiwara, gerak tari, syair lagu, vokal, instrumental tradisional, serta naskah sederhana namun memikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Terhadap Pelestarian Makyong Di Kabupaten Bintan. Informan yang digunakan adalah 6 orang dengan teknik analisa data deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut dalam indikator pertama yaitu program ditemukan bahwa untuk pelestarian makyong memang belum ada program khusus yang di buat oleh pemerintah, dalam indikator ke dua mengenai anggaran ditemukan bahwa tidak ada dana untuk pelestarian makyong, besarnya dana yang dialokasikan untuk pariwisata di Kabupaten Bintan. Namun ini tidak dirincikan kegiatan atau program apa saja yang masuk dalam pendanaan ini, kemudian indikator ketiga yaitu indikator prosedur ditemukan bahwa sudah ada prosedurnya yang tertuang dalam kebijakan. Untuk mengatasi permasalahan pengembangan pariwisata ada beberapa kebijakan yang dirujuk yaitu membuat prolegda kemudian penyusunan masterplan kawasan wisata dengan memfokuskan kegiatan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah menurut skala prioritas yang ditetapkan. Kesimpulan bahwa Strategi Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Terhadap Pelestarian Makyong Di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau masih perlu mendapatkan perhatian karena tidak ada dana untuk pelestarian makyong, besarnya dana yang dialokasikan untuk pariwisata di Kabupaten Bintan. Namun ini tidak dirincikan kegiatan atau program apa saja yang masuk dalam pendanaan ini, karena berdasarkan hasil penelitian ditemukan tidak adanya agenda khusus dan dana khusus untuk pentas seni mak yong. Makyong masih terus di adakan di beberapa tempat seperti Desa Mantang, namun dana untuk acara tersebut tidak dari pemerintah tetapi dari pihak desa, sanggar maupun dari swadaya masyarakat Kata Kunci : Strategi, Pelestarian, Makyong} }