@thesis{thesis, author={Hakimi Suhamanya and Lia Nuraini and Pery Rehendra Sucipta}, title ={KEKUATAN MENGIKAT TERHADAP AKTA PENGIKATAN JUAL BELI HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN TERHADAP PARA PIHAK (STUDI KASUS PT. PANCANAKA SWASAKTI UTAMA)}, year={2021}, url={http://repositori.umrah.ac.id/1767/}, abstract={Perjanjian merupakan perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih dan dapat menciptakan hubungan dalam hukum yang terdiri dari satu atau lebih kewajiban. Salah satu dari banyaknya perjanjian adalah akta pengikatan jual beli (APJB) yang kedudukan nya sama dengan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB). PPJB biasanya dibuat sebelum para pihak melakukan perjanjian jual beli. PPJB merupakan perjanjian obligatoir yaitu perjanjian yang timbul hanya dengan kata sepakat tapi belum menimbulkan peralihan hak. Peralihan hak baru akan terjadi ketika telah dibuatnya perjanjian jual beli yang merupakan perjanjian kebendaan. PPJB terhadap objek hak atas tanah yang masih terikat jaminan bank masih sering terjadi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah perjanjian tersebut sah atau tidak dan bagaimana akibat hukumnya apabila perjanjian tersebut dibuat? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif empiris dengan menggunankan pendekatan Perundang-undangan (statue aprroach, sedangkan metode analisis data yang digunakan oleh penulis adalah metode kualitatif dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil dari penulisan Skripsi ini adalah APJB yang dibuat terkait dengan objek yang masih terikat jaminan bank adalah sah saja, tetapi di dalam perjanjian tersebut harus ditulis secara jelas terkait keadaan sebenarnya objek jual beli tersebut dan pengaturannya apabila ternyata objek jual beli yang masih terikat jaminan bank tersebut di eksekusi oleh pihak bank. Kata Kunci : Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli, Hak Atas Tanah, Jaminan} }