@thesis{thesis, author={Alena Uperiati and Fatemawati Fatemawati and Nurfalinda Nurfalinda}, title ={PERBANDINGAN METODE NAIVE BAYES DAN DEMPSTER SHAFER UNTUK MENENTUKAN DIAGNOSA PENYAKIT PADA KUCING (Studi Kasus: Vet Clinic Drh. Honismandri)}, year={2020}, url={http://repositori.umrah.ac.id/1891/}, abstract={Vet clinic merupakan clinic khusus untuk hewan peliharaan yang berlokasi di jl. Damai gg. Setia Tanjungpinang. Vet clinic sampai saat ini melakukan diagnosa penyakit kucing, pencatatan data pemilik, cek up, mandi masih secara manual. Untuk membantu mempermudah pekerjaan dibutuhkan metode yang dapat menentukan diagnosa penyakit pada hewan. Salah satu cara untuk menentukan penyakit kucing menggunakan sistem pakar. Sistem pakar diagnosa penyakit kucing menggunakan metode Naive Bayes ? Dempster shafer merupakan sistem yang akan dilakukan proses diagnosa penyakit terhadap kucing berdasarkan gejalagejala yang dimasukan dari pengguna sistem. Pada penelitian ini data yang diperoleh merupakan hasil dari wawancara Dokter hewan. Penelitian ini berfokus pada penyakit kucing yang berada di Vet Clinik Tanjungpinang tahun 2018-2019. Jumlah data aktual sebanyak 100 data. Data kasus yang di uji di penelitian sebanyak 40 data. Dari data diatas maka dapat dilihat persentase validasi untuk metode dempster shafer dan naïve bayes. Metode naïve bayes lebih baik dibanding dengan metode dempster shafer, persentase untuk naïve bayes adalah 52,50% sedangkan demster shafer adalah 47,50%.} }