@thesis{thesis, author={Dahriyandi Dahriyandi and Fitri Kurnianingsih and Imam Yudhi Prastya}, title ={COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DAERAH KEPULAUAN (Studi Kasus di Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun)}, year={2021}, url={http://repositori.umrah.ac.id/2220/}, abstract={Collaborative Governance dalam pengelolaan sampah di daerah kepulauan (Studi kasus di Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses serta faktor penghambat Collaborative Governance dalam pengelolaan sampah di daerah Kepulauan di Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana Collaborative Governance dalam pengelolaan sampah di daerah Kepulauan di Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun?. Penelitian ini mengacu pada proses kolaborasi oleh Emerson dan Nabatchi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah Collaborative Governance dengan objek penelitian pengelolaan sampah di Kecamatan Kundur. Adapun teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Data yang sudah ada dapat dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan proses kolaborasi terjadi antara Pemerintah Kecamatan Kundur, pelaku usaha (swasta), dan masyarakat. Proses kolaborasi yang dilakukan belum berjalan dengan baik karena masih terdapat permasalahan pada keterlibatan berprinsip dan motivasi bersama seperti pertemuan, musyawarah yang kemudian menghasilkan penetapan serta tidak terbangun komitmen dan sikap saling percaya. Pada kapasitas untuk melakukan aksi bersama berjalan cukup baik pada Collaborative Governance dalam pengelolaan sampah di daerah Kepulauan di Kecamatan Kundur. Adapun faktor penghambat dalam proses Collaborative Governance dalam pengelolaan sampah di daerah Kepulauan di Kecamatan Kundur adalah kurang kepercayaan, kurang komitmen, dan kurangnya informasi yang didapatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah} }