@thesis{thesis, author={Kustiawan Kustiawan and Yudhanto Satyagraha Adiputra and ZURINA ZURINA}, title ={EVALUASI PROGRAM E-WARONG KUBE-PKH DI KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2020}, year={2022}, url={http://repositori.umrah.ac.id/2746/}, abstract={Masalah ketidaksesuaian fungsi dari pelaksanaan program E-Warong di Kota Tanjungpinang tentu menghambat tercapainya tujuan dari Program E-Warong, hal ini tidak selaras dengan Peraturan Menteri Sosial Republik Indoesia Nomor 25 Tahun 2016 Tentang Bantuan Pengembangan Sarana Usaha Melalui Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan yang bertujuan untuk mensejahterakan keluarga penerima manfaat, oleh karena itu penulis perlu mengevaluasi hasil dari Program E-Warong KUBE-PKH di Kota Tanjungpinang Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan model Evaluasi dari Brigman dan Davis dengan menggunakan empat Indikator. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Indikator Input, Pelaksanaan program E-Warong di kota Tanjungpinang cukup maksimal, dimana elemen-elemen dalam pelaksanaan program E-Warong sudah bekerja dengan baik sesuai tupoksinya masing-masing,meskipun masih terdapat kurangya tanggungjawab dari agen pelaksana, 2) Indikator Proses, pelaksanaan EWarong di Kota Tanjugpinang mudah dan tidak berbelit-belit, 3) Indikator Output, E-Warong Kota Tanjungpinang belum mencapai tujuan, hal ini dikarenakan EWarong kota Tanjungpinang tidak menjalankan fungsinya sesuai kebijakan, dan masih banyak terdapat KPM dengan status prasejahtera 4) Indikator Outcome, dengan adanya E-Warong Kota Tanjungpinang, memberi dampak kepada pengelola E-Warong terhadap peningkatan kebutuhan sehari-hari, dan membantu KPM mejangkau lokasi transaksi bantuan sosial. Kesimpulan E- Warong Kota Tanjungpinang belum terlaksana dengan benar, hal ini dikarenakan terdapat banyak fungsi E-Warong tidak dijalankan, serta belum mencapai tujuannya yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal ini dikarenakan status masyarakat prasejahtera masih sangat tinggi, oleh karena itu perlu adanya perbaikan yang dilakukan seperti : melakukan sosialisasi lebih mendalam terhadap masing-masing agen pelaksana agar lebih memahami tujuan dan fungsi dari EWarong, sehingga proses pelaksanaan berjalan dengan baik.} }