@thesis{thesis, author={Adji Suradji Muhammad and Edy Akhyary and RAJA INDRIANI FAJRIANTI}, title ={COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERLINDUNGAN ANAK DI KOTA BATAM}, year={2022}, url={http://repositori.umrah.ac.id/2789/}, abstract={Permasalahan kekerasan terhadap anak merupakan masalah yang setiap tahunnya sering terjadi. Untuk itu permasalahan kekerasan terhadap anak ini tidak mampu ditangani oleh satu lembaga saja sehingga pemerintah dan lembaga lain melakukan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses serta faktor penghambat Collaborative Governance dalam perlindungan anak dikota Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis deskriptif dengan sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, dimana pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang sudah didapat dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Ansell and Gash. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah adanya kolaborasi antara Dinas P3AP2KB Kota Batam, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, KPPAD Kota Batam, P2TP2A Kota Batam, Polresta Barelang Kota Batam, dan Rumah Faye. Hal ini dapat dilihat dari pada 5 tahap proses kolaborasi yaitu pada indikator dialog tatap muka yang dilakukan dengan rapat koordinasi yang dilakukan para aktor, pada indikator membangun kepercayaan dengan adanya intensitas komunikasi yang terjalin, namun adanya kurang kepercayaan dari korban terhadap para aktor kolaborasi, pada indikator komitmen terhadap proses dengan adanya keterkaitan tugas dan fungsi para aktor, pada indikator pemahaman bersama masih adanya kurang rasa bertanggungjawab dengan tugas dan fungsi dari salah satu aktor kolaborasi, dan pada indikator hasil sementara masih adanya peningkatan kasus kekerasan anak yang bahkan kasus yang sama terus berulang setiap tahunnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kolaborasi yang dilakukan belum berjalan secara optimal. Namun terdapat dua indikator yang sudah berjalan optimal yaitu adanya dialog tatap muka yang dilakukan para aktor dan komitmen yang tinggi dari para aktor. Faktor penghambat dari collaborative governance dalam perlindungan anak dikota Batam yaitu kurangnya sosialisasi, minimnya partisipasi masyarakat, dan sulitnya mendapatkan informasi.} }