@thesis{thesis, author={A'INA SYAFA and Fitri Kurnianingsih and Rudi Subiyakto}, title ={MITIGASI BENCANA OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM PENINGKATAN KEWASPADAAN TERHADAP ANCAMAN BENCANA BANJIR DI KOTA TANJUNGPINANG}, year={2022}, url={http://repositori.umrah.ac.id/3642/}, abstract={Bencana merupakan suatu fenomena yang tidak dapat dihindari begitu saja oleh manusia. Fenomena tersebut dapat terjadi setiap saat, secara tiba-tiba atau melalui proses yang berlangsung secara perlahan dimanapun dan kapan pun. Minimnya kesadaran masyarakat terhadap kewaspadaan adanya sebuah bencana dapat mengakibatkan situasi yang rumit, dimana ketika bencana terjadi akan timbul perasaan kaget dan rasa takut yang tinggi dalam menghadapi bencana tersebut. Melihat potensi bencana banjir yang demikian besar serta berbagai hal yang terjadi akibat dari bencana alam ini dengan bertujuan untuk menanggulangi bencana dikarenakan berkaitan dengan penanggulangan bencana maka peneliti ingin menganalisis bagaimana mitigasi bencana oleh BPBD dalam peningkatan kewaspadaan masyarakat Tanjungpinang terhadap ancaman bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mitigasi bencana oleh BPBD dalam peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman bencana banjir di Kota Tanjungpinang. Dalam menganalisis mitigasi bencana peneliti menggunakan 6 Indikator teori William Nick Carter yakni indikator Kerangka Hukum; Indikator Kelembagaan; Indikator Kesadaran Masyarakat; Indikator Pelatihan dan pendidikan Mitigasi Bencana; Indikator Insentif; dan Indikator Sistem Peringatan Dini. Metode penelitian yang digunakan ialah dengan jenis deksriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana mitigasi bencana dalam proses peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai ancaman bencana banjir di Kota Tanjungpinang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mitigasi bencana dalam peningkatan kewaspadaan sudah berjalan dengan baik, tetapi masih banyak yang perlu ditingkatkan kembali terutama dalam proses komunikasi terhadap masyarakat agar mampu memaksimalkan tingkat kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana banjir.} }