@thesis{thesis, author={Endri Endri and Haryanti Dewi and ISMANULLAH ISMANULLAH}, title ={PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA ILLEGAL LOGGING (STUDI KASUS DI DESA PENGUJAN KABUPATEN BINTAN)}, year={2023}, url={http://repositori.umrah.ac.id/4719/}, abstract={Kasus illegal logging yang terjadi di kawasan hutan di Desa Pengujan, Kabupaten Bintan pada bulan April Tahun 2020, telah menimbulkan dampak yang besar terhadap kelestarian hutan yang dilindungi. Tindak pidana illegal logging yang beroperasi di Desa Pengujan Kabupaten Bintan, bahwa telah dilakukan tindakan olah tempat kejadian perkara atau TKP oleh Kepolisian Resor Bintan bersama Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan IV Bintan-Tanjungpinang. Tetapi penanganan praktek illegal loging tersebut masih terdapat adanya kendala dalam penyelesaianya, sehingga kayu hasil tebangan diolah di mana dan oleh siapa pelakunya sampai sejauh ini belum diketahui. Penelitian ini membahas tentang penanggulangan tindak pidana illegal logging studi kasus di Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris. Penelitian yuridis empiris adalah penelitian hukum mengenai pemberlakuan atau implementasi ketentuan hukum normatif secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat. Dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisia data dengan menggunakan metode kualitatif, yaitu data yang diperoleh penelitian akan dianalisis dan dituangkan dengan menggunakan metode kualitatif dari penelitian Field Research (penelitian lapangan). Hasil dari penelitian ini adalah penanggulangan tindak pidana illegal logging studi kasus di Desa Pengujan Kabupaten Bintan, dalam upaya penanggulangan yaitu dengan upaya preemtif, preventif, dan represif. Namun penanganan praktek illegal loging tersebut masih terdapat berbagai kendala yang meliputi kurangnya pengawasan hutan, kurangnya koordinasi dan kerjasama antar instansi terkait, minimnya sarana dan prasarana serta meningkatnya modus operandi illegal logging, sehingga penyelesaian dalam penanggulangan tindak pidana illegal logging tersebut tidak optimal.} }