@thesis{thesis, author={Amanda Pramudita and Miranti Shavika and Muzahar Muzahar}, title ={EMBRIOGENESIS, LAJU PENETASAN DAN METAMORFOSIS LARVA TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) PADA SALINITAS BERBEDA}, year={2023}, url={http://repositori.umrah.ac.id/4830/}, abstract={Pemberian salinitas yang berbeda terhadap perkembangan hidup larva teripang pasir sangat diperlukan mengingat masih rendahnya tingkat kehidupan dan perkembangan larva teripang pasir. Tingkat kelulusan hidup teripang pasir (Holothuria scabra) masih tergolong kecil. Saat ini teripang sudah mulai dibudidayakan mengingat populasi di alam jumlahnya setiap hari semakin sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas yang berbeda terhadap embriogenesis dan tingkat penetasan telur (hatching rate) teripang pasir dan mengetahui serta menganalisa salinitas yang tepat terhadap optimalisasi embriogenesis dan tingkat penetasan telur (hatching rate) teripang pasir berdasarkan data penelitian yang sudah didapatkan. Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi kepada pembudidaya tentang pengaruh salinitas terhadap embriogenesis dan tingkat penetasan telur (hatching rate) teripang pasir. Parameter lingkungan yang diuji pada penelitian ini terdiri dari tiga salinitas yang berbeda yaitu 30, 32, 34 ppt. Metode penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 3 percobaan dengan tiga kali pengulangan pada masing-masing perlakuan. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk data parameter penelitian perkembangan telur dan kualitas air. Sedangkan data tingkat penetasan telur ditabulasi menggunakan Microsoft Excel dan dilakukan uji statistik dengan melakukan uji sidik ragam (ANOVA) menggunakan SPSS versi 16. Jika data berbeda signifikan maka dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa embriogenesis dan metamorfosis serta hatching rate diketahui pada perlakuan C (salinitas 34 ppt) berpengaruh terhadap embriogenesis dan metamorfosis larva teripang pasir. Secara deskriptif perlakuan C (salinitas 34 ppt) menunjukkan hasil terbaik bila dibandingkan dengan perlakuan A (salinitas 30 ppt) dan perlakuan B (salinitas 32 ppt). Tingkat penetasan telur tertinggi terdapat pada perlakuan C (salinitas 34 ppt) yaitu sebesar 51.11±3.47b, Hasil ini berbeda nyata dengan perlakuan A (salinitas 30 ppt) sebesar 23.89±2.55a dan berbeda nyata juga dengan perlakuan (salinitas 32 ppt) sebesar 28.33±5.00a. Data perlakuan A (Salinitas 30 ppt) tidak berbeda nyata dengan perlakuan B (salinitas 32 ppt).} }