@thesis{thesis, author={Arief Kusuma Hollanda and ARYODI ARYODI and Suhendra Tonny}, title ={RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGKAT KEBISINGAN RUANG KARAOKE DI KOTA TANJUNGPINANG (STUDI KASUS : CLASIX KTV & PUB TANJUNGPINANG)}, year={2023}, url={http://repositori.umrah.ac.id/5513/}, abstract={Kebisingan (noise) merupakan bunyi atau suara yang tidak dikehendaki dan mengganggu kenyamanan lingkungan yang dinyatakan dalam satuan desibel (dB). Tingkat kepekaan indera pendengaran manusia berkisar antara 0 dB sampai 140 dB. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang alat pengukur tingkat kebisingan di ruang karaoke. Penelitian ini menggunakan sensor MAX4466 sebagai sensor suara, dan menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler, RTC DS3231 untuk mengambil data waktu, TFT untuk menampilkan data dan menyimpan data di micro sd. Penelitian ini juga menggunakan metode komunikasi ESP-NOW untuk mengirimkan data. Perangkat berhasil dirancang dan digunakan sebagai pengukur kebisingan di ruang karaoke menggunakan sensor MAX4466. Perangkat mampu mengukur suara dan mendapatkan rentang suara masing- masing room di ruang karaoke Clasix KTV & Pub Tanjungpinang. Hasil analisis data masing ? masing room memiliki tingkat kebisingan yang berbeda ? beda, room 1 memiliki rentang kebisingan sekitar 19 dB - 92 dB dengan nilai rata ? rata 81,01 dB, room 2 memiliki rentang kebisingan sekitar 18 dB - 92 dB dengan nilai rata ? rata 79,49 dB, room 3 memiliki rentang kebisingan sekitar 18 dB ? 92 dB dengan rata ? rata 77,08 dB dan room 4 memiliki rentang kebisingan sekitar 20 dB ? 92 dB dengan rata ? rata 77,89 dB. Dari hasil rentang kebisingan masing ? masing room menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di masing-masing ruangan dalam keadaan tidak aman dikarenakan tingkat kebisingan ruangan tersebut melebihi batas aman pendengaran yaitu sebesar 85 desibel (Kepmenaker No. per-51/ MEN/ 1999, ACGIH, 2008 dan SNI 16-7063-2004). Kata Kunci : Kebisingan, Desibel, Sensor MAX4466, ESP-NOW} }