@thesis{thesis, author={Akbar Dhani and Anggria Pratama Ryan and KURNIA PERDANA YOKKI}, title ={IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTA TANJUNGPINANG MELALUI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) SEBAGAI UPAYA MENCAPAI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs)}, year={2023}, url={http://repositori.umrah.ac.id/6129/}, abstract={Kemiskinan merupakan salah satu isu besar yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Masalah kemiskinan tidak akan pernah habis jika dirunut dari akar permasalahannya. Kemiskinan bukan hanya menjadi isu yang menarik untuk dibahas di tingkat nasional namun di tingkat daerah sendiri kemiskinan masyarakat ini seakan menjalar keseluruh pelosok negeri sebagai contoh di Kota Tanjungpinang ini yang mana angka kemiskinannya termasuk tinggi padahal Kota Tanjungpinang merupakan ibukota provinsi. Berbagai daya dan Upaya telah dilakukan oleh pihak terkait untuk memangkas angka kemiskinan namun yang terjadi di lapangan angka kemiskinan justru semakin naik. Mulai dari bantuan BLT, PKH hingga BPNT sudah diluncurkan pemerintah setempat bekerjasama dengan dinas terkait yaitu Dinas Sosial. Pada penelitian kali ini peneliti ingin meneliti tentang salah satu bantuan yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang mana bantuan ini rutin dilaksanakan mulai dari tahun 2018-sekarang. Peneliti ingin tahu lebih lanjut bagaimana pengimplementasian bantuan ini mulai dari kelemahan hingga kelebihan apa saja yang timbul dari bantuan ini dan apa akibatnya terhadap angka kemiskinan. Berbicara angka kemiskinan tidak terlepas juga dari pembangunan berkelanjutan atau sering disebut dengan SDGs, yang mana pada poin pertama dari SDGs ini yaitu No Poverty (Tanpa Kemiskinan) yang targetnya harus dicapai pada tahun 2030 mendatang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan 7 (tujuh) orang informan. Dalam penelitian ini Teknik yang digunakan yaitu, berupa wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Van Metter dan Van Horn. Hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi kebijakan pengentasan kemiskinan melalui BPNT ini sudah cukup baik, namun tidak dapat dipungkiri masih adanya kekurangan-kekurangan yang harus dibenahi terutama dalam penentuan KPM yang menerima bantuan ini, yang sering terjadi miskomunikasi ataupun mis-data antara kejadian yang sebenarnya terjadi dilapangan terhadap data yang diterima oleh pihak terkait. Tidak hanya itu dalam beberapa bulan terakhir penyaluran diubah dari sistem pembelian bahan pangan menjadi uang tunai yang dicairkan langsung melalui ATM tentu ini menjadi suatu keputusan yang harus ditelaah kembali dari tujuan awal dicetuskannya kebijakan ini.} }