@thesis{thesis, author={Dian Prima Safitri and ERFAN HARTONO and Fitri Kurnianingsih}, title ={PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MEMBANGUN CITY BRANDING DI KOTA TANJUNGPINANG (Studi Kasus Kampung Pelangi)}, year={2019}, url={http://repositori.umrah.ac.id/656/}, abstract={Penelitian ini berdasarkan dari sebuah fenomena dimana pada tahun 2018 dibangun sebuah Kampung Pelangi di Kota Tanjungpinang. Kampung Pelangi yang merupakan salah satu spot yang dibangun untuk merubah image kawasan di Kota Tanjungpinang, terutama kawasankawasan yang mulanya memiliki kesan kumuh untuk direkayasa menjadi satu spot yang menarik dan layak dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata baru pariwisata Kota Tanjungpinang melalui City branding Kota Tanjungpinang yang bertajuk ?Pesona Tanjungpinang?. City branding merupakan strategi dari sebuah kota atau daerah untuk membuat positioning yang kuat sehingga kota dan daerah tersebut dikenal secara luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran pemerintah daerah dalam membangun city branding di Kota Tanjungpinang terkait positioning kampung wisata baru yaitu Kampung Pelangi yang dianggap menjadi ikon terbaru di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan dua subjek yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang dan Kelurahan Melayu Kota Piring yang terlibat dalam Penanganan Kampung Pelangi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pemerintah daerah yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang dalam membangun city branding Kota Tanjungpinang melalui Kampung Pelangi, yaitu : 1). Survei Pemetaan (Mapping Survey),belum optimal dikarenakan masih kurangnya perencanaan dalam pengembangan kampung pelangi, 2). Analisis Kompetitif (Competitive Analysis) masih sangat lemah dikarenakan kurangnya pengelolaan dan belum memadainya fasilitasfasilitas pendukung, 3). Cetak Biru (Blueprint), sudah dilakukan namun karna kurangnya perencanaan kedepan membuat kampung pelangi tidak berkembang, 4). Implementasi (Implementation), membuat pentas seni dangan tagline ?Pesona Kampung Melayu Kampung Pelangi? dan mempromosikannya di media sosial. Namun dikarenakan kurangnya perencanaan dan pengelolaan membuat city branding Kota Tanjungpinang melalui Kampung Pelangi belum dapat direkomendasikan sebagai salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi di Kota Tanjungpinang. Kata Kunci : Peran , Pemerintah Daerah, City branding} }