@thesis{thesis, author={Ulfah Fitria and Wati Haida and Yanto Eri}, title ={Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Wisata di Pantai Tanjung Setumu Pulau Dompak Kota Tanjungpinang}, year={2024}, url={http://repositori.umrah.ac.id/6991/}, abstract={Wisata Pantai Tanjung Setumu di Kelurahan Dompak sangat asri dan terawat, hal ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat karena pengelolaannya berbasis masyarakat. Pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata pantai, karena pembangunan yang efektif membutuhkan partisipasi berbagai pihak terutama masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Pantai Setumu dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Pantai Panjung Setumu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2023. Metode penelitian menggunakan mixed methods dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi terhadap pengelolaan wisata di Pantai Tanjung Setumu termasuk dalam kategori baik dengan skor 79,16%. Partisipasi memberikan tenaga dalam pengelolaan wisata di Pantai Tanjung Setumu berada di kategori baik dengan skor 79,16%. Partisipasi mengawasi dan mengontrol pengelolaan wisata di Pantai Tanjung Setumu berada dikategori baik dengan skor 75%. Partisipasi memberikan ide dalam pengelolaan wisata di pantai tanjung setumu berada di kategori baik dengan skor 83,33%. Partisipasi dalam menyumbangkan materi/dana terhadap pengelolaan wisata di Pantai Tanjung Setumu berada dikategori baik dengan skor 79,16%. Partisipasi yang ikut merasakan dan manfaat hasil pengelolaan di Pantai Tanjung Setumu dikategorikan baik dengan skor 95,83%. Partisipasi masyarakat dalam mempromosikan Pantai Tanjung Setumu sebagai wisata berada dikategori baik dengan skor 83,33%. Adapun faktor-fakrtor yang mempengaruhi partispasi masyarakat terbagi menjadi 2 yaitu faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung partisipasi adalah kerjasama, dukungan pemerintah, pendidikan, dan jenis kelamin. Adapun faktor penghambat partisipasi adalah keterbatasan dana, rendahnya keterampilan masyarakat, dan pekerjaan.} }