@thesis{thesis, author={DUHA ANGELIC and Kustiawan Kustiawan and Muzwardi Ady}, title ={OPTIMALISASI PENGEMBANGAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS (KPBPB) BATAM}, year={2024}, url={http://repositori.umrah.ac.id/7000/}, abstract={Konsep Free Trade Zone (FTZ) bukan merupakan suatu hal yang baru dalam pengembangan ekonomi dan perdagangan internasional oleh suatu negara, yang dalam definisnya Kawasan Perdagangan Bebas diartikan sebagai bagian dari wilayah suatu pihak (negara) dimana barang dibebaskan dari bea masuk dan pajak. KPBPB dibangun sebagai pusat industri manufaktur yang bertujuan untuk dapat memproduksi barang berorientasi ekspor. Kawasan ini diberikan status perdagangan bebas berdasarkan pada peraturan tertentu yang dapat memudahkan kegiatan bisnis. Batam sebagai kawasan industri memperoleh insentif khusus untuk dapat menarik investasi asing. Sehingga dalam konsep FTZ (pembebasan bea cukai) ini merupakan salah satu daya tarik bagi calon investor untuk dapat menanamkan modalnya di Batam dan memperoleh pengaturan bisnis lebih fleksibel dan kemudahan fiskal lainnya. Selain itu, Batam merupakan pintu gerbang masuknya investasi asing dari beberapa negara di dunia karena secara geografis, Batam memiliki letak yang strategis yang berbatasan dengan Singapura yang menjadi salah satu hub perekonomian global dan Malaysia serta merupakan pulau yang berada di jalur Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur perdagangan laut terpadat di dunia. BP Batam selaku penanggung jawab KPBPB telah melakukan berbagai upaya dalam pengembangan KPBPB tersebut melalui Infrastruktur (Pembangunan dan pelebaran jalan, penyediaan fasilitas bisnis kepada investor), penyediaan fasilitas dan insentif kepada investor, peningkatan pelayanan perizinan di PTSP, dan sedang mengupayakan peningkatan kepelabuhanan yang menjadi polemik bagi para pelaku usaha di Kota. Upaya pengembangan KPBPB ini dilakukan untuk dapat meningkatkan perekonomian Kota Batam dan menjadikan Batam sebagai wilayah yang dapat berdaya saing.} }