@thesis{thesis, author={OKTARY QORY and Susiana Susiana and Zahid Ahmad}, title ={DISTRIBUSI UKURAN DAN FAKTOR KONDISI RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS LINNAEUS, 1758) DI PERAIRAN KAMPUNG MADONG, KOTA TANJUNGPINANG}, year={2024}, url={http://repositori.umrah.ac.id/7374/}, abstract={Rajungan merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis penting dan memiliki nilai komersial yang cukup tinggi. Sumberdaya rajungan saat ini telah mengalami tekanan terhadap kelangsungan hidup akibat semakin meningkatnya upaya penangkapan di alam. Pengelolaan sumberdaya rajungan diperlukan informasi tentang kondisi biologi rajungan untuk penetapan ukuran yang boleh di tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur ukuran lebar karapas dalam hubungannya dengan perbedaan jenis kelamin, tingkat kematangan gonad, dan faktor kondisi rajungan di Perairan Kampung Madong, Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2023 di Perairan Kampung Madong. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan metode sensus dengan pengambilan sampel setiap dua minggu sekali selama dua bulan. Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap rajungan ialah menggunakan bubu bento sebanyak 60 unit yang dioperasikan menggunakan perahu mesin. Analisis data menggunakan metode observasi melalui pengukuran panjang karapas, lebar karapas, berat, dan tingkat kematangan gonad kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampel rajungan yang tertangkap oleh nelayan selama penelitian ini sebanyak 149 ekor terdiri dari 60 jantan dan 89 betina. Berdasarkan ukuran yang tertangkap rajungan memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari ukuran yang kecil, sedang hingga besar baik untuk rajungan jantan maupun rajungan betina. Hasil penelitian distribusi ukuran lebar rajungan rata-rata 95 - 103 mm yang mendominasi ukuran yang tertangkap. Pertumbuhan rajungan jantan koefisien nilai b sebesar 1,47 dan rajungan betina nilai b sebesar 1,57 menunjukkan pola pertumbuhan rajungan di Perairan Kampung Madong bersifat allometrik negatif. Pengamatan tingkat kematangan gonad (TKG) selama penelitian hampir mencakup TKG I-IV, untuk TKG yang dominan baik jantan maupun betina ada pada TKG II. Faktor kondisi rajungan betina cenderung tinggi dengan nilai rata-rata 1,018, hal ini diduga karena rajungan betina ada yang berada pada TKG III dan IV, sehingga bobot dari rajungan betina sedikit meningkat dibandingkan rajungan jantan yang hanya memiliki nilai rata-rata 1,015 dan berada pada TKG I dan II. Nilai faktor kondisi rajungan jantan dan betina termasuk dalam kategori sedikit pipih. Kata kunci: Distribusi Ukuran, Faktor Kondisi, Kampung Madong, Rajungan, TKG} }