@thesis{thesis, author={Ismail Khodijah and Raza'i Tengku Said and VITASARI VITASARI}, title ={EFEKTIVITAS PENGOLAHAN SAMPAH TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) GANET KOTA TANJUNGPINANG}, year={2024}, url={http://repositori.umrah.ac.id/7882/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skenario pengolahan sampah TPA Ganet paling efektif yang dapat meminimalkan dampak negatif lingkungan, sosial dan ekonomi. Hal yang melatarbelakangi pentingnya skenario tersebut adalah kondisi eksisting pengolahan sampah TPA Ganet yang berpotensi mencemari air dan tanah perumahan masyarakat Pinang Kencana yang berada di sekitar TPA Ganet berdasarkan hasil pengukuran kadar COD pada outlet lindi yang melebihi baku mutu (300 mg/l). Dilakukan perancangan skenario pengelolaan sampah untuk dianalisis yang terdiri dari skenario 0 (controlled landfill), skenario 1 (pemanfaatan oleh pemulung, pengomposan dan controlled landfill), skenario 2 (pemanfaatan oleh pemulung, pengomposan, pirolisis dan controlled landfill) serta skenario 3 (pemanfaatan oleh pemulung, pengomposan, pirolisi, insenerasi dan controlled landfill). Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Analisis dampak lingkungan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA), dampak ekonomi dianalisis menggunakan CBA (Cost Benefit Analysis) serta analisis sosial menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan skenario pengolahan sampah dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke landfiil, sehingga mengurangi potensi pencemaran air dan tanah akibat air lindi, seperti tingginya kadar COD, memperbaiki kadar pH sesuai baku mutu serta mengurangi emisi dari dekomposisi. Sementara itu untuk dampak ekonomi yang diharapkan adalah termanfaatkannya terolah yang menghasilkan produk berupa pupuk kompos, bahan bakar minyak serta paving block. Produk-produk hasil pemanfaatan sampah tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi yang positif, sehingga dapat memberikan keuntungan. Dampak sosial dari penerapan skenario pengolahan sampah adalah mengurangi potensi penyebaran penyakit oleh sampah dari pengurangan volume sampah yang masuk ke landfill, meningkatkan kenyamanan tinggal sekitar TPA karena potensi dari berkurangnya bau dan gangguan lalat serta adanya hubungan sosial yang dapat terjalin dari adanya kemitraan dan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Skenario terpilih pengolahan sampah yang menghasilkan dampak lingkungan dan sosial ekonomi paling minim adalah Skenario 3. Skenario 3 merupakan skenario yang menghasilkan dampak paling rendah terdahap lingkungan baik dari dampak asidifikasi, eutrofikasi, GRK, oksidasi fotokimia dan penurunan abiotik. Begitu juga untuk dampak ekonomi, skenario 3 merupakan skenario yang memiliki nilai BCR paling tinggi, sehingga memiliki kelayakan dari sisi ekonomi yang lebih baik. Untuk dampak sosial, nilai indeks dampak paling besar juga dimiliki oleh skenario 3. Hal ini dapat disebabkan karena pada skenario 3 merupakan skenario lengkap yang menggunakan seluruh jenis pengolahan sampah yang ada.} }