@thesis{thesis, author={Hidayati Jelita Rahma and NABABAN CAROLLINE DESRAINY and Pratomo Arief}, title ={PENGUNGKAPAN KEANEKARAGAMAN PORIFERA DENGAN METABARCODING DATA DNA LINGKUNGAN DI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PERAIRAN PULAU LOMBOK}, year={2025}, url={http://repositori.umrah.ac.id/8595/}, abstract={Perairan Pulau Lombok berada pada kawasan Coral Triangle yang diakui sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Kawasan ini mewakili sekitar 29% luas terumbu karang dunia. Salah satu penyusun ekosistem terumbu karang yaitu Porifera. Informasi keanekaragaman Porifera di perairan ini masih sangat terbatas, dikarenakan ciri morfologinya yang sangat beragam sehingga sulit untuk mengidentifikasinya secara konvensional. Metabarcoding eDNA menjadi metode alternatif yang sangat diperlukan dalam mengungkapkan potensi keanekaragaman Porifera secara non-invasif, luas, cepat, dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keanekaragaman Porifera dengan data eDNA dan membandingkannya antar lokasi, tipe sampel, dan fraksi pori membran di Perairan Lombok. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan alat bioinformatika dalam proses pengolahan datanya. Penelitian ini menggunakan data sekunder eDNA yang diperoleh dari GenBank NCBI yang mencakup wilayah Lombok Timur, Utara, dan Barat. Pengolahan data dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2024. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa telah teridentifikasi 19 genera Porifera di Perairan Pulau Lombok diantaranya Amphimedon, Anamixilla, Aplysilla, Aplysina, Axinella, Cinachyrella, Clathria, Didiscus, Dysidea, Halichondria, Haliclona, Hippospongia, Leucetta, Mycale, Soleneiscus, Spirastrella, Sycettusa, Terpios, dan Xestospongia. Kelimpahan Porifera di Perairan Lombok didominasi oleh genera Hippospongia dan Haliclona dengan frekuensi kehadiran yang berbeda di setiap lokasi maupun tipe sampel. Nilai indeks Shannon pada keanekaragaman alfa di setiap sampelnya berkisar dari 0 hingga 4,09 dengan median 2,49. Uji signifikansi keanekaragaman alfa menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada fraksi pori membran (p = 0,0262). Sementara itu, Nilai indeks disimilaritas Bray-Curtis pada keanekaragaman beta di setiap sampelnya berkisar dari 0,23 hingga 1,00 dengan median 0,99. Nilai ini menunjukkan adanya heterogenitas yang tinggi pada komunitas Porifera di Perairan Lombok. Uji signifikansi keanekaragaman beta menunjukkan adanya perbedaan signifikan komunitas Porifera antar lokasi yaitu antar Lombok Timur dan Lombok Utara (p = 0,01).} }