@thesis{thesis, author={Adiputra Yudhanto Satyagraha and Darmawan Eki and PIKRI MUHAMMAD}, title ={STRATEGI KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN BINTAN TAHUN 2023}, year={2025}, url={http://repositori.umrah.ac.id/8646/}, abstract={Ketahanan pangan dapat diartikan sebagai suatu kondisi terpenuhinya pangan bagi seluruh masyarakat. Adapun fenomena permasalahan yang terjadi pada penelitian ini ialah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan pangan masyarakat dengan hasil produksi lokal. Produksi beras pada tahun 2022 hanya mencapai 15 ton, jauh dari kebutuhan masyarakat yang mencapai 13.431 ton per tahun. Selain itu, beberapa komoditas pangan seperti buah-buahan, padi, dan beras mengalami penurunan produksi yang signifikan selama empat tahun terakhir. Kondisi ini tentu memicu kekhawatiran terkait kemampuan Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan untuk mempertahankan ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi ketahanan pangan di Kabupaten Bintan. Fokus utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana Kabupaten Bintan dapat memastikan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemenuhan kebutuhan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori menurut Koteen yang terdiri dari 4 (empat) indikator strategi, yaitu Strategi Organisasi, Strategi Program, Strategi Pendukung Sumber Daya, dan Strategi Kelembagaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada strategi organisasi, visi misi para organisasi perangkat daerah dibidang ketahanan pangan disesuaikan dengan visi misi Kabupaten dengan tujuan akhir meningkatkan ketahanan pangan. Pada strategi program, pelaksanaan program oleh organisasi perangkat daerah dibidang ketahanan pangan berfokus pada peningkatan produksi pangan serta menjaga kestabilan harga pangan. Kemudian pada strategi pendukung sumber daya, strategi ini merupakan strategi pendukung untuk organisasi perangkat daerah dalam menjalankan sebuah program dengan dukungan berupa anggaran, fasilitas sarana dan prasarana. Terakhir strategi kelembagaan, pada strategi ini, para organisasi perangkat daerah menerapkan SOP (Standar Operasional Prosedur), melakukan monitoring, memperkuat koordinasi divisi serta peningkatan kapasitas pegawai yang berkelanjutan melalui pelatihan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi program yang dijalankan oleh para organisasi perangkat daerah.} }