@thesis{thesis, author={ANDRIANSYAH NUR}, title ={FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA USIA 6-23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGALONTANG KABUPATEN TASIKMALAYA}, year={2023}, url={http://repositori.unsil.ac.id/10542/}, abstract={Stunting merupakan kondisi pendek pada balita berdasarkan hasil pengukuran tinggi badan berdasarkan umur dengan nilai z-score di bawah -2 SD. Kondisi sosial ekonomi merupakan salah satu akar masalah yang berkaitan erat dengan risiko terjadinya stunting karena dapat berpengaruh terhadap kemampuan keluarga dalam memenuhi ketersediaan pangan, akses pangan, dan asupan makanan yang bergizi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kesejahteraan keluarga, ketahanan pangan, keragaman konsumsi pangan, dan kepemilikan ternak dengan kejadian stunting pada baduta usia 6-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol. Populasi kasus adalah seluruh baduta stunting sebanyak 224 baduta. Populasi kontrol adalah seluruh baduta tidak stunting sebanyak 902 baduta. Sampel pada penelitian ini adalah 128 ibu baduta yang terdiri dari 64 ibu baduta stunting dan 64 ibu baduta tidak stunting. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan alat ukur kuesioner. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan (?) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kesejahteraan keluarga (p value = 0,017, OR = 2,891), ketahanan pangan (p value = 0,002, OR = 4,20), kepemilikan ternak (p value = 0,034, OR = 2,28), dan keragaman konsumsi pangan (p value = 0,045, OR = 2,255) dengan kejadian stunting. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada keluarga yang memiliki baduta memulai untuk memelihara hewan ternak yang dapat dijadikan sebagai sumber protein hewani baik berupa daging maupun telur serta dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan meningkatkan ketahanan pangan. Kata Kunci : kesejahteraan, ketahanan pangan, ternak, stunting Kepustakaan : 53 (2012 ? 2022)} }