@thesis{thesis, author={DIFFIKO MAUZY ALFATH}, title ={GAMBARAN PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING DITINJAU DARI INPUT, PROSES DAN OUTPUT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGALONTANG KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2022}, year={2023}, url={http://repositori.unsil.ac.id/10724/}, abstract={Indonesia sebagai negara berkembang di kawasan Asia Tenggara memiliki beban ganda masalah gizi. Untuk menghadapi permasalahan stunting, Puskesmas Cigalontang memiliki program penanganan stunting yang dilakukan melalui intervensi spesifik. Intervensi spesifik yang akan dilakukan berupa kegiatan imunisasi, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang terindikasi lambat tumbuh maupun terdeteksi BBLR, serta pemantauan pertumbuhan balita sejak dalam kandungan hingga usia 59 bulan. Pada penelitian ini, rumusan masalah yang diteliti yaitu bagaimana evaluasi pelaksanaan program pencegahan stunting yang ditinjau dari input, proses, dan output di wilayah kawasan kerja Puskesmas Cigalontang pada Tahun 2022. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pelaksanaan program pencegahan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Cigalontang Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu metode penelitian dengan metode untuk menggambarkan suatu hasil penelitian. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya tahun 2022. Jumlah narasumber dalam penelitian ini berjumlah sekitar 9 orang, yang terdiri dari tenaga puskesmas, bidan desa, dan kepala desa lokus stunting. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara secara mendalam. Hasil penelitian ini menghasilkan bahwa stunting masih menjadi prioritas utama di Puskesmas Cigalontang. Perencanaan program dilakukan setahun sebelumnya dengan melihat hasil evaluasi dan capaian program sebelumnya. Untuk kebijakan teknis, puskesmas dan desa tidak memiliki kebijakan teknis khusus, melainkan hanya berhaluan pada Permenkes dan Perbup yang masih berlaku. Kegiatan intervensi spesifik dilaksanakan oleh puskesmas, sementara kegiatan intervensi sensitif dilaksanakan oleh desa dan lintas sektor, seperti perangkat desa, KUA, sekolah, dan lain-lain lain. Hasil program stunting menemukan angka kejadian stunting meningkat dari tahun 2021, hal itu terjadi karena ada beberapa kendala yang mempengaruhi jalannya pelaksanaan program. Sementara untuk puskesmas sendiri menerima masukan untuk memperkuat kerjasama di lintas sektor. Kata kunci: Stunting, evaluasi program} }