@thesis{thesis, author={Priyana Irfan}, title ={FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BANTAR KOTA TASIKMALAYA}, year={2023}, url={http://repositori.unsil.ac.id/10875/}, abstract={FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BANTAR KOTA TASIKMALAYA Latar Belakang. Stunting pada balita merupakan status gizi yang didasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan Z-score kurang dari ? 2 standar deviasi. Masalah ini disebabkan langsung oleh faktor asupan makan dan secara tidak langsung oleh faktor pola asuh yang kurang baik, status ketahanan pangan rumah tangga serta jamban tidak memenuhi syarat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status ketahanan pangan rumah tangga, pola asuh dan sarana jamban dengan kejadian stunting pada balita. Metode. Desain penelitian menggunkan case control pada populasi wilayah kerja Puskesmas Bantar dengan total sampel sebanyak 111, kelompok kasus 37 dan kontrol 74. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah kuesioner United States Household Food Security Survey Module (US-HFSSM) untuk mengukur status ketahanan pangan rumah tangga, kuesioner pola asuh (pemberian MP-ASI, penyediaan dan jadwal pemberian makan, dan perawatan kesehatan), dan BAPPENAS untuk mengetahui jamban memenuhi syarat. Teknik pengambilan sampel kasus dan kontrol menggunakan proportionate stratified random sampling. Hasil. Hasil uji bivariat dengan chi-square menunjukan ada hubungan signifikan antara status ketahanan pangan rumah tangga (p=0,037 dan OR = 6,908), pola asuh (p=0,024 dan OR = 8,848) dan sarana jamban (p=0,032 dan 2,762) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulannya. Ada hubungan yang signifikan antara status ketahanan pangan rumah tangga, pola asuh dan sarana jamban dengan kejadian stunting pada balita. Kepustakaan : 2012-2021 Kata Kunci : Ketahanan pangan, Pola asuh, Sarana Jamban, Stunting} }