@thesis{thesis, author={HARFANI FARHAN}, title ={PERANAN TENTARA PELAJAR DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN (1948-1949)}, year={2021}, url={http://repositori.unsil.ac.id/6514/}, abstract={ABSTRAK Farhan Harfani (2021). Peranan Tentara Pelajar di Kabupaten Kuningan dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1948-1949. Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Tentara Pelajar di Kabupaten Kuningan dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1948-1949. Yang merujuk pada beberapa tujuan pertanyaan penelitian yaitu mengetahui latar belakang terbentuknya tentara pelajar di kabupaten kuningan, perjuangan Tentara Pelajar di Kabupaten Kuningan serta dampaknya pada masyarakat di Kabupaten Kuningan, Akhir Pendudukan Belanda Dan Situasi Pemerintahan Kuningan Pasca Agresi Militer Belanda Ke II. Prosedur yang dilaksanakan sesuai dengan metode sejarah, dengan menggunakan pendekatan historis untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh. Terdapat empat langkah dalam penelitian sejarah heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah dengan studi pustaka dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan penulis dengan meningterpretasi sumber data yang diperoleh dan data yang didapatkan kemudian dituangkan menjadi kisah sejarah. Perundingan Linggrajati sangat merugikan bagi Indonesia, akhirnya persiapan dilakukan untuk mempertahankan kedaulatan Negara salah satunya yaitu di daerah Kuningan. Atas inisiatif salah seorang pelajar SM (Sekolah Menengah) dan juga sebagai aktivis IPI yang bernama Adjid dibentuklah Tentara Pelajar di kabupaten Kuningan. Kegiatan Tentara Pelajar di kabupaten Kuningan sendiri telah mendapatkan restu dari pihak TNI pada masa itu peran tentara pelajar kuningan bertumpu pada kegiatan militer dan hubungan politik menghadapi agresi militer belanda ke II. Sesudah Agresi Militer Belanda II berkecamuk berkat perjuangan para tentara pelajar kuningan dan rakyat kuningan pada tanggal 7 Desember 1949 dengan mengambil tempat di alun-alun kota Kuningan diselenggarakan rapat raksasa yang dihadiri kurang lebih 50.000 orang rakyat yang berasal dari seluruh wilayah Kuningan dalam mencapai kedaulatan wilayah kuningan Kata Kunci: Tentara Pelajar, Militer, Kabupaten Kuningan.} }