@thesis{thesis, author={KINASIH KANIA DEWI}, title ={ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN PENDAPATAN 6 PROVINSI DI PULAU JAWA TAHUN 2015-2019}, year={2021}, url={http://repositori.unsil.ac.id/6994/}, abstract={ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN PENDAPATAN 6 PROVINSI DI PULAU JAWA TAHUN 2015-2019 Oleh: Kania Dewi Kinasih Pembimbing: Asep Yusup Hanapia Jumri Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) pengaruh jumlah penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (dimensi pendidikan, dimensi kesehatan, dimensi daya beli) dan derajat desentralisasi fiskal secara parsial; (b) pengaruh jumlah penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (dimensi pendidikan, dimensi kesehatan, dimensi daya beli) dan derajat desentralisasi fiskal secara bersama-sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode OLS dengan regresi data panel serta uji hipotesis dengan menggunakan uji parsial (uji t) dan uji bersama-sama (uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) secara parsial Indeks Pembangunan Manusia dimensi pendidikan dan derajat desentralisasi fiskal memiliki hubungan negatif dan berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan jumlah penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (dimensi kesehatan dan daya beli) memiliki hubungan positif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan; (b) secara bersama-sama jumlah penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (dimensi pendidikan, dimensi kesehatan, dimensi daya beli) dan derajat desentralisasi fiskal berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan 6 provinsi di pulau Jawa tahun 2015-2019. Simpulan dari penelitian ini adalah Indeks Pembangunan Manusia dimensi pendidikan dan derajat desentralisasi fiskal memiliki hubungan negatif, sehingga apabila terjadi peningkatan nilai rata-rata lama sekolah dan derajat desentralisasi fiskal maka dapat mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan. Kata Kunci: Ketimpangan pendapatan, jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia (dimensi pendidikan, dimensi kesehatan, dimensi daya beli) dan derajat desentralisasi fiskal.} }