@thesis{thesis, author={NUGROHO PRASETYO ADI}, title ={ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN PAJANAN NITROGEN DIOKSIDA (NO2) DAN SULFUR DIOKSIDA (SO2) PADA PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) (Studi pada beberapa jalan di Kota Tasikmalaya)}, year={2022}, url={http://repositori.unsil.ac.id/7619/}, abstract={Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi Tasikmalaya 2022 ABSTRAK PRASETYO ADI NUGROHO ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN PAJANAN NITROGEN DIOKSIDA (NO2) DAN SULFUR DIOKSIDA (SO2) PADA PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) (Studi pada beberapa jalan di Kota Tasikmalaya) Nitrogen dioksida (NO2) dan Sulfur dioksida (SO2) merupakan emisi yang dikeluarkan dari aktivitas pembakaran kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak berupa bensin dan solar. Kedua bahan teresebut dapat menyebabkan risiko gangguan pernapasan, namun bersifat non-karsinogenik. Pedagang Kaki Lima (PKL) di beberapa jalan di Kota Tasikmalaya merupakan populasi yang memiliki risiko bila mengalami pajanan dari emisi tersebut dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko pajanan NO2 dan SO2 pada PKL di beberapa jalan Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL), dilakukan selama bulan Agustus 2022 terhadap 124 PKL yang terbagi dalam tiga lokasi. Menujukkan bahwa konsentrasi NO2 tertinggi di jalan Siliwangi 0,00288 mg/m3 dan konsentrasi SO2 tertinggi di jalan Perintis Kemerdekaan 0,00698 mg/m3. Nilai intake realtime NO2 tertinggi di jalan KHZ. Mustofa 0,000137 mg/kg/hari dan nilai intake SO2 tertinggi di jalan Kerintis Kemerdekaan 0,000409 mg/kg/hari. RQ realtime NO2 tertinggi di jalan KHZ. Mustofa 0,007132 dan RQ lifetime (30 tahun) tertinggi di jalan Siliwangi. Sementara RQ SO2 realtime dan lifetime tertinggi di jalan Perintis Kemerdekaan 0,015730 dan 0,0323. PKL di beberapa jalan Kota Tasikmalaya belum mengalami risiko baik secara realtime dan lifetime karena RQ ? 1. Oleh karena itu, belum memerlukan manajemen risiko dan komunikasi risiko namun pemantauan terhadap kualitas udara dan kesehatan PKL harus tetap dilakukan. Kata Kunci : Konsentrasi NO2 dan SO2, ARKL, Pedagang Kaki Lima, RQ. Kepustakaan : 38 (1998-2022)} }