@thesis{thesis, author={Wisudawan Fadel Rezki}, title ={Analisis Efektivitas Metode Road Recycle untuk Perbaikan Jalan PT X, Luwu Timur}, year={2019}, url={http://repository.bakrie.ac.id/3114/}, abstract={Pada prinsipnya struktur perkerasan jalan dimaksudkan untuk memikul beban lalu lintas yang akan melaluinya tanah dasar masih mampu memikul tegangan yang timbul akibat dari beban tersebut. Sementara itu struktur perkerasan yang tidak sesuai akan menyebabkan kegagalan, baik berupa deformasi permanen, deformasi plastis maupun retak. Secara konvensional penanganan kerusakan lapisan permukaan dilakukan dengan memberi lapis tambahan sehingga badan jalan semakin tinggi. Penggunaan metode road recycle dengan penambahan semen sebagai filler merupakan alternatif yang cukup potensial untuk diaplikasikan pada pemeliharaan jalan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis kerusakan permukaan jalan di PT X. Mengetahui tingkat kerusakan permukaan jalan berdasarkan metode konvensional dan metode road recycle. Membandingkan metode perbaikan jalan antara metode konvensional dan metode road recycle dalam segi biaya, mutu, waktu (BMW). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis kerusakan yaitu retak halus, retak kulit buaya, alur roda, keriting, pelepasan butir, lubang, dan permukaan licin. Tingkat density yang paling tinggi (luas) kerusakan yaitu retak kulit buaya dengan density 0,77%. Jenis kerusakan keriting merupakan deduct value tingkat paling tinggi yaitu sebesar 30. Untuk analisa biaya dalam perbaikan jalan per km, metode konvensional lebih mahal 59% dibandingkan metode road recycle. Untuk analisa pengujian mutu yaitu semen hanya berfungsi sebagai filler pada road recycle+semen untuk mencapai karakteristik lapisan base sehingga fungsi semen dapat diganti dengan material filler lainnya. Dan berdasarkan analisa waktu yaitu untuk selisih jadwal pekerjaan dari kedua metode tersebut adalah 3 minggu dalam perbaikan jalan per km, maka dapat dikatakan metode konvensional dalam jadwal pekerjaan terbilang lama dibanding metode road recycle. Dan untuk nilai Pavement Condition Index (PCI) berada pada angka 43 dengan kondisi perkerasan sedang.} }