@thesis{thesis, author={Ariffa Fauziyyah}, title ={Analisis Senyawa Non Volatil Bekatul Fermentasi Dari Varietas Inpari 30 dan Cempo Ireng}, year={2020}, url={http://repository.bakrie.ac.id/3493/}, abstract={Bekatul memiliki beragam senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh. Peningkatan senyawa bioaktif pada bekatul dapat dilakukan dengan fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa non volatil pada bekatul fermentasi dengan Rhizopus oligosporus dan tanpa fermentasi pada varietas Inpari 30 dan Cempo Ireng. Fermentasi dilakukan selama 72 jam pada suhu 30°C dengan metode solid state fermentation (SSF). Kemudian bekatul yang telah dikering beku diekstraksi menggunakan metode solid phase extraction (SPE). Analisis senyawa non volatil dilakukan dengan menggunakan instrumen UPLC-MS/MS dan spektrometri masa electrospray ionization (ESI) pada mode ion positif. Terdapat 72 senyawa yang teridentifikasi dan dikategorikan kedalam metabolit sekunder (~50%), lipida (~ 22%), asam amino (~ 11%), vitamin dan kofaktor (~ 10%), peptida (~ 4%), nukleotida (~ 1%), dan karbohidrat (~ 1%). Proses fermentasi dan varietas padi dapat mempengaruhi jenis serta konsentrasi relatif senyawa non volatil pada bekatul. Fermentasi pada bekatul Inpari 30 dan Cempo Ireng menghasilkan senyawa-senyawa baru dari hasil metabolisme tirosina, fenilalanin, asam pentatonat, dipeptida, sphingolipid, dan terpenoid. Adenosin merupakan senyawa non volatil paling dominan pada seluruh sampel bekatul. Secara garis besar, senyawa-senyawa non volatil dominan pada bekatul memiliki manfaat yang dapat meningkatkan kesehatan.} }