@thesis{thesis, author={Aprianti Andi Reski}, title ={IMPLIKASI RATIFIKASI ASEAN CONVENTION AGAINST TRAFFICKING IN PERSON DALAM KERANGKA PENGATURAN EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL ANAK DI INDONESIA}, year={2020}, url={http://repository.bakrie.ac.id/3908/}, abstract={ABSTRAK ASEAN Convention Against Trafficking in Person Especially Women and Children (ACTIP) adalah perjanjian regional wilayah ASEAN yang digunakan sebagai sebuah instrumen hukum yang dapat dijadikan pedoman dasar penanganan kasus perdagangan orang (khususnya perempuan dan anak) di wilayah ASEAN. Indonesia telah meratifikasi perjanjian tersebut pada tahun 2015 dan Undang Undangnya yaitu Undang Undang Ratifikasi ACTIP dikeluarkan pada tahun 2017. Hal ini yang membuat kebijakan-kebijakan terkait isu perdagangan anak di Indonesia berpengaruh pada hal tersebut. Namun kompleksitas isu perdagangan anak khususnya di Indonesia sangat beragam termasuk isu Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) yang menjadi salah satu industri penyumbang angka perdagangan anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh dan Implikasi pasca keluarnya Undang Undang Ratifikasi ACTIP tahun 2017 terhadap kerangka pengaturan Eksploitas Seksual Komersial Anak di Indoensia. Menggunakan metodologi kualitatif penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kerangka pengaturan yang ada di Indonesia terkait kasus perdagangan anak khususnya isu Eksploitas Seksual Komersial Anak di Indonesia pasca keluarnya Undang Undang Ratifikasi ACTIP tahun 2017. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, desk review, observasi, dan studi kepustakaan (Library Research) yang bersumber dari buku, artikel, jurnal, dokumen, tabloid, analisis website yang valid. Kata Kunci: ASEAN, ESKA, ACTIP} }