@thesis{thesis, author={Risqitha Olivia}, title ={Strategi Komunikasi Dua Arah Public Relations PT Angkasa Pura I (Persero) dalam Membangun Komunikasi Internal Melalui Event CEO Talks X Millennials AP I untuk Mewujudkan Employee Engagement}, year={2020}, url={http://repository.bakrie.ac.id/3925/}, abstract={Komunikasi yang baik antar publik internal perusahaan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan demi mendukung kinerja karyawan dalam bekerja. PR berperan dalam membuat strategi program yang dapat membuat komunikasi dan hubungan publik internal dapat berjalan dengan baik. PT Angkasa Pura I menerapkan pembinaan relasi internal melalui berbagai cara mulai dari weekly meeting, family gathering, hingga pelaksanaan event internal. Salah satu bentuk event internal ialah CEO Talks X Millennials AP I yang merupakan acara khusus dalam mendekatkan karyawan dengan CEO dan para BOD PT Angkasa Pura I. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan strategi komunikasi dua arah yang dilakukan oleh PR AP I dalam pelaksanaan program internal, serta menjelaskan program PR CEO Talks X Millennials AP I dalam mewujudkan employee engagement. Selanjutnya, penelitian ini dianalisis menggunakan model PR oleh Grunig dan Hunt, manajemen event oleh Philip Lesly, dan keterlibatan karyawan oleh Kahn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Angkasa Pura I menerapkan komunikasi secara dua arah simetris yang baik antara karyawan dan manajemen perusahaan melalui pelaksanaan event CEO Talks, hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Grunig dan Hunt bahwa adanya diskusi dan pertukaran informasi dalam penerapan komunikasi dua arah dapat mengarahkan kedua belah pihak dapat saling mengerti. Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Milenial AP I memiliki peran penting dalam menampung aspirasi karyawan dan dapat merealisasikan berbagai program kerja yang mendukung kemajuan perusahaan. Penting bagi PR agar selalu merangkul komunitas ini karena terdapat keterkaitannya dengan proses pembentukan citra positif di mata masyarakat dalam jangka waktu panjang yang dapat diperoleh melalui keterlibatan karyawan baik secara physical, emotional, dan cognitive yang dapat mendorong karyawan untuk lebih terlibat berkontribusi demi mendukung kemajuan perusahaan dalam mencapai tujuannya.} }