@thesis{thesis, author={Fortuna Annisa Arum}, title ={Paradiplomacy Pemerintah Kota Sawahlunto dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Situs Warisan Budaya Dunia Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto}, year={2021}, url={http://repository.bakrie.ac.id/5254/}, abstract={Pada bulan Juli tahun 2019, Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto di tetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) pada sidang Komite Warisan Dunia ke-43 di Baku, Azerbaijan. OCMHS dinyatakan memiliki Nilai Universal Luar Biasa (OUV) yaitu pertukaran teknologi penambangan batubara dengan Eropa selama masa industrialisasi pada paruh kedua abad ke-19. Selain ditujukan untuk konservasi, menjadi World Heritage Site UNESCO (WHS) juga dapat dimanfaatkan dalam bidang pariwisata. Keberadaan WHS dapat mempengaruhi arus pariwisata dan memberikan manfaat ekonomi kepada negara pemilik situs. Namun, dibalik dampak positifnya, pariwisata juga memiliki dampak negatif bagi negara tuan rumah. Adanya arus kunjungan yang tidak terkontrol dinilai memberikan dampak negatif terhadap lingkungan bahkan pada situs itu sendiri. Sedangkan dalam pengelolaannya, dengan luasnya aktor yang terlibat dinilai dapat menimbulkan terjadinya berbagai kendala yang dihadapi. Hal ini dikarenakan adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pemangku kepentingan atau faktor politik dan sosial ekonomi di lingkungan yang lebih luas. Oleh karena itu, maka diperlukanlah pengelolaan dan pemanfaatan yang terstruktur yang dapat menyeimbangi perlindungan terhadap situs dengan pengembangan pariwisata. Sehingga hal ini nantinya dapat meningkatkan citra negara terkhusus situs warisan dunia itu sendiri. Dengan melihat permasalahan tersebut, membuat penulis tertarik untuk meneliti bagaimana Paradiplomacy Pemerintah Kota Sawahlunto dalam pengelolaan dan pemanfaatan Situs Warisan Budaya Dunia Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.} }