@thesis{thesis, author={Raffasya Muhammad Fachry}, title ={ANALISIS KEANEKARAGAMAN MIKROBA PADA MIKROPLASTIK DI AIR LAUT WILAYAH PESISIR TELUK JAKARTA}, year={2022}, url={http://repository.bakrie.ac.id/6517/}, abstract={Keberadaan sampah plastik menjadi suatu masalah bagi lingkungan dan organisme yang ada di air, karena proses dalam degradasi plastik menjadi mikroplastik membutuhkan waktu yang begitu lama. Bakteri merupakan mikroorganisme yang diketahui dapat berperan dalam proses degradasi sampah plastik yakni dengan memanfaatkan enzim pada mikroorganisme tersebut. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman mikroba, kelimpahan dari jenis mikroba, dan potensi mikroba pada mikroplastik yang dapat mendegradasi polimer di air laut wilayah pesisir Teluk Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu memberikan perlakuan kolonisasi mikroba menggunakan sampel polimer plastik PET, PE < 5 mm dan sampel air laut Teluk Jakarta sebagai kontrol. Kemudian menganalisis dan mengidentifikasi hasil dari ekstraksi DNA Sequencing yang telah dilakukan oleh laboratorium profesional. Hasil penelitian didapatkan dari ketiga sampel perlakuan PE, PET, dan air laut pesisir Teluk Jakarta menunjukkan nilai keanekaragaman tinggi pada mikroba dengan Indeks Shannon-Wienner sebesar 3,929 ? 4,107 dan dominasi tinggi dengan Indeks Simpson sebesar 0,968 ? 0,972. Terdapat beberapa jenis mikroba tingkat filum mendominasi pada mikroplastik air laut pesisir Teluk Jakarta yakni Proteobacteria, Actinobacteria, Bacteriodetes, Cyanobacteria, Firmicutes, Planctomycetes, Spirochaetes. Dominasi tertinggi pada ketiga sampel adalah filum Proteobacteria dengan besar presentase 45,27 % - 54,55 %. Ditemukannya beberapa mikroba yang mempunyai kemungkinan dapat mendegradasi polimer pada mikroplastik di wilayah pesisir Teluk Jakarta, yakni Sulfurovum spp., Pseudomonas spp., Vibrio spp., Actinobacter spp., Clostridium spp., Bacillus spp., dan Streptococcus spp. Namun perlu dilakukannya uji terhadap mikroba yang mendominasi pada penelitian selanjutnya untuk mikroba yang belum diketahui dapat mendegradasi polimer atau tidak.} }