@thesis{thesis, author={Nugraha Reza Satria}, title ={PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENYEDUHAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL SENSORI MINUMAN BOTANIKAL DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon spicatus)}, year={2023}, url={http://repository.bakrie.ac.id/7940/}, abstract={Tanaman kumis kucing (orthosiphon spicatus) merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini mengandung banyak senyawa fenolik sehingga memiliki sifat antioksidan yang tinggi. Pemanfaatan kumis kucing yang cukup mudah adalah dengan mengolahnya menjadi minuman botanikal sehingga kandungan antioksidannya dapat dirasakan secara maksimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan adalah proses penyeduhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu penyeduhan terhadap aktivitas antioksidan dan profil sensori minuman botanikal daun kumis kucing. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktorial. Faktor yang digunakan meliputi tiga level suhu penyeduhan (70°C, 85°C, 100°C) dan dua level waktu penyeduhan (3 dan 5 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan suhu dan waktu penyeduhan yang berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai total senyawa fenolik, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan panelis pada minuman botanikal daun kumis kucing. Hasil paling optimal diperoleh pada kondisi penyeduhan 100? selama 5 menit, dengan nilai total fenolik sebesar 7,05 mg GAE/g, aktivitas antioksidan sebesar 88,97%, dan nilai kesukaan panelis sebesar 5,43. Perbedaan suhu dan waktu penyeduhan juga memberikan penilaian atribut sensori dominan yang berbeda pada masing-masing sampel. Minuman botanikal daun kumis kucing memiliki atribut kecerahan, aroma grassy, woody, dan fresh, rasa grassy, earthy, dan bitter, serta aftertaste grassy, bitter dan astringent.} }