@thesis{thesis, author={Suseno Ines Sela Melia}, title ={Upaya AMSI dalam Melawan Disinformasi di Indonesia (Perspektif Bourdieu)}, year={2023}, url={http://repository.bakrie.ac.id/8703/}, abstract={Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui apa saja upaya yang dilakukan AMSI dalam melawan disinformasi. Lalu, seberapa besar dan dalam bentuk apa saja modal yang digunakan dalam melawan disinformasi. Penelitian ini juga bertujuan melihat seberapa besar AMSI dapat mendominasi area untuk melawan disinformasi di Indonesia. Objek dalam penelitian ini adalah AMSI, sementara subjeknya adalah Program Manager AMSI, Trainer Cek Fakta AMSI, serta dua orang peserta pelatihan AMSI. Upaya-upaya yang dilakukan oleh AMSI tadi dianalisis menggunakan lima konsep kunci teori Bourdieu, yakni habitus, modal, arena, distingsi, dan kekuasaan simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini diketahui, jika AMSI memiliki habitus yang bisa dilihat dari sejarah, logo, visi misi, isu strategis, serta pengurus dan staf AMSI. Modal utama yang dimiliki AMSI berasal dari pendanaan Google News Initiative (GNI). Arena untuk melakukan upaya tadi AMSI lebih memfokuskan pada jurnalis untuk diberi pelatihan cek fakta. Distingsi yang membedakan AMSI dari asosiasi sejenis lainnya adalah memiliki anggota yang berasal dari media-media mainstream. Praktik kekuasaan simbolik AMSI terlihat pada bagaimana mereka memberi materi pelatihan cek fakta kepada para jurnalis di Indonesia. Meski begitu, mereka juga turut menjadi korban kekuasaan simbolik dari GNI, karena memberi pelatihan seperti apa yang diajarkan oleh GNI.} }