@thesis{thesis, author={Makkawaru Muhammad Arung}, title ={Penghitungan Emisi Gas Rumah Kaca dari Konsumsi Energi Listrik di Kantor Pusat PT Biro Klasifikasi Indonesia dan Upaya Pengurangannya}, year={2024}, url={http://repository.bakrie.ac.id/9152/}, abstract={PT Biro Klasifikasi Indonesia merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang memiliki tanggung jawab untuk menyusun peta jalan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai dengan arahan Kementerian BUMN, demi mendukung target pengurangan emisi GRK di Indonesia. Peta jalan emisi GRK milik PT Biro Klasifikasi Indonesia dapat dibuat setelah melakukan penghitungan emisi GRK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung dan memproyeksikan penggunaan listrik dan emisi GRK dari penggunaan listrik di PT Biro Klasifikasi Indonesia, serta menghitung dan mengevaluasi besar emisi GRK dari penggunaan listrik yang dapat dikurangi setelah melakukan upaya pengurangan emisi GRK berupa penggantian lampu, optimalisasi pencahayaan alami dan penerapan kebijakan hyrbrid working. Penggunaan listrik di PT Biro Klasifikasi Indonesia diproyeksikan hingga tahun 2030 berdasarkan data tahun 2020 sampai 2023 menggunakan metode aritmatika, geometri dan least square. Emisi GRK dari penggunaan listrik dihitung menggunakan panduan dari Environmental Protection Agency (EPA). Penggunaan listrik PT Biro Klasifikasi Indonesia diproyeksikan pada tahun 2024 sebesar 2.537.168,00 kWh dan pada tahun 2030 sebesar 3.391.913,60 kWh. Dengan proyeksi penggunaan listrik tersebut, estimasi emisi GRK pada tahun 2024 adalah 2.029,73 ton CO2, dan pada tahun 2030 mencapai 2.713,53 ton CO2. Untuk mengurangi emisi GRK tersebut, dirancang upaya-upaya pengurangan mulai tahun 2024. Penggantian lampu dapat mengurangi emisi GRK sebesar 4,29% pada tahun 2024 dan 3,21% pada tahun 2030, dengan besarnya emisi GRK yang berkurang yaitu 87,11 ton CO2. Jika ditambah optimalisasi pencahayaan alami, pengurangan emisi GRK mencapai 5,89% pada tahun 2024 dan 4,40% pada tahun 2030, dengan besarnya emisi GRK yang berkurang yaitu 119,49 ton CO2. Penerapan hybrid working bersama dengan upaya sebelumnya dapat menghasilkan pengurangan emisi GRK sebesar 10,37% pada tahun 2024 dan 7,76% pada tahun 2030, dengan besarnya emisi GRK yang berkurang yaitu 210,51 ton CO2.} }