@thesis{thesis, author={PUTRI OKTALIA NURRAHMI and Rahma Santhi Zinaida}, title ={ANALISI SEMIOTIKA PEIRCE PADA NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DI PAKAIAN ADAT SUMATERA SELATAN “AESAN GEDE”}, year={2020}, url={http://repository.binadarma.ac.id/1257/}, abstract={Kebudayaan adalah cerminan dari segala aspek kehidupan di masyarakat. Setiap daerah pasti memiliki satu ciri khas tersendiri. Baik dari hasil karya masyarakat itu sendiri maupun hasil dari kebudayaan yang mencakup tarian, lagu daerah, rumah adat, pakaian adat dan musik. Di dalam penelitian ini peneliti mengangkat masalah tentang pakaian adat Sumatera Selatan ?Aesan Gede?. Yang dimana Aesan Gede ini adalah salah satu bukti dari pencampuran budaya dari luar daerah Sumatera Selata. Aesan Gede sendiri adalah baju kebesaran yang memiliki bentuk dan warna yang khas. Seperti Kesuhun yang telah mendapat unsur dari Melayu dan Arab, Tebeng Malu, Kecak Bahu, Kalung Tapak Jajo dan Saputangan Segitigo yang mendapat unsur budaya dari Jawa. Untuk unsur dari kebudayaan Cina dapat dilihat dari Celano Sutra yang dimana celana ini berbahan dasar sutra yang berasal dari daratan Cina. Selain celana sutra hampir seluruh warna dari pakaian adat Aesan Gede adalah merah dan emas, warna tersebut bagi masyarakat Cina adalah simbol dari kegembiraan dan kemakmuran. Dari segi perhiasan pun unsur budaya Cina dapat dilihat dari Gelang Sempuru yang memiliki kemiripan dengan peninggalan perhiasan zaman kerajaan Cina pada dahulu kala. Pakaian adat ini bermula saat zama Sriwijaya tetap eksis dalam penggunaan pada acara adat pernikahan maupun acara besar lain hingga sekarang.} }