@thesis{thesis, author={Fitri Aulia}, title ={MAKNA TRADISI MALAM BAINAI DALAM PERNIKAHAN ADAT MINANGKABAU DI DESA PADANG LAWEH KECAMATAN SUNGAI TARAB KOTA BATUSANGKAR}, year={2022}, url={http://repository.binadarma.ac.id/6838/}, abstract={Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Makna Malam Bainai Dalam Pernikahan Adat Minangkabau Di Desa Padang Laweh. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif wawancara, observasi, dokumentasi, studi kepustakaan. Subjek pada penelitian ini terdiri dari Petinggi Adat, Tertuo Kampung dan Masyarakat Asli Padang Laweh dengan menggunakan teori Fenomenologi sebagai landasan teori dari penelitian yang berjudul Makna Tradisi Malam Bainai Dalam Pernikahan Adat Minangkabau Di Desa Padang Laweh Kecamatan Sungai Tarab Kota Batusangkar. Calon Anak Daro sebutan bagi pengantin wanita, diyakini akan terlindung dari bahaya atau hal-hal buruk lainnya jika sudah melewati prosesi ini. Daun pacar merah ini dikenal masyarakat Minang sebagai daun inai, oleh karena itu prosesi ini kemudian dikenal sebagai prosesi ?Malam Bainai?. Namun tidak semua masyarakat di Sumatra Barat mempercayai hal tersebut sepenuhnya. Sebab pada zaman sekarang prosesi Malam Bainai hanya dianggap sebagai sebuah proses untuk membantu mempercantik kuku calon pengantin wanita saja, Kata kunci: Makna, ?Malam Bainai? , Padang Laweh.} }