@thesis{thesis, author={KOTA Ignasius Liberto Sando}, title ={Makna Jalan Pelepasan dalam Lukas 9:1-6 dan Relevansinya bagi Penghayatan Kaul-kaul Kebiaraan Kaum Religius Dewasa ini}, year={2023}, url={http://repository.iftkledalero.ac.id/1631/}, abstract={Tujuan utama karya ilmiah ini adalah untuk mengkaji makna jalan pelepasan dalam Lukas 9:1-6 dan relevansinya bagi penghayatan kaul-kaul kebiaraan kaum religius. Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan. Penulis membaca berbagai literatur tentang topik dan judul yang dipilih. Penulis menggunakan konsep ?jalan pelepasan? Yohanes dari Salib sebagai kerangka teori untuk menafsir teks Lukas 9:1-6 dalam relevansinya dengan penghayatan kaul-kaul kebiaraan kaum religius dewasa ini. Ajaran ?jalan pelepasan? Yohanes dari Salib ini juga lahir berdasarkan inspirasi Injil Lukas 9:1-6 tentang perutusan para murid dengan anjuran untuk tidak membawa apa-apa. Pesan yang ingin disampaikan oleh Yesus dalam Lukas 9:1-6 adalah bahwa setiap murid harus menunjukkan bahwa ia tertarik pada Tuhan dan bukan pada harta duniawi. Berdasarkan penelitian, penulis menemukan beberapa gagasan penting tentang ?jalan pelepasan? yang diajarkan oleh Yohanes dari Salib dan ditegaskan oleh Yesus dalam perutusan para murid-Nya, yakni: 1) Ajaran ?jalan pelepasan? yang digagaskan oleh Yohanes dari Salib merupakan sikap kritis terhadap dekadensi moral Gereja. Gereja mengalami kemerosotan dalam hal-hal spiritual dan kehidupan sosial lainnya. 2) ?Jalan pelepasan? yang dihayati oleh Yohanes dari Salib merupakan radikalisasi terhadap Injil Lukas 9:1-6. Dalam Injil Lukas 9:1-6 Yesus meminta para murid untuk bergerak bebas tanpa terikat atau memikirkan hal-hal kecil seperti apa yang mereka makan atau apa yang mereka kenakan, yang terpenting bagi Yesus adalah kesetiaan dan tanggung jawab para murid dalam pemberitaan keselamatan yang datang dari-Nya. 3) Sikap kritis Yohanes dari Salib dan ajaran dari Yesus dalam Lukas 9:1-6 mesti menjadi inspirasi hidup bagi kaum religius dewasa ini yang mengalami kemerosotan. Ajaran ?jalan pelepasan? menghantar kaum religius pada totalitas dalam penghayatan kaul-kaul kebiaraan.} }