@thesis{thesis, author={WULI Kornelis}, title ={Spiritualitas Hidup Santo Thomas Morus dan Relevansinya Dengan Pendidikan Kaderisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere}, year={2023}, url={http://repository.iftkledalero.ac.id/1674/}, abstract={Penulisan skripsi ini bertujuan: Pertama, mendeskripsikan tentang gerakan PMKRI di baik secara organisatoris maupun kaderisasi. Kedua, menjelaskan tentang kehidupan, pemikiran, serta spiritualitas Santo Thomas Morus. Ketiga, menjelaskan tentang relevansi antara spiritualitas hidup Santo Thomas Morus dalam kaderisasi PMKRI Cabang Maumere. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari, dan menganalisis sumber-sumber bacaan yang memuat data-data terkait tema penulisan ini. Sumber bacaan berupa buku-buku, dokumen-dokumen Gereja, jurnal ilmiah, artikel dan internet. Selain itu, pengumpulan data juga dilakukan dengan metode wawancara, yaitu menggali informasi serta pemahaman narasumber terkait pemahaman mereka tentang PMKRI. Pembahasan mengenai arah kaderisasi di dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Maumere merupakan suatu hal yang sangat fundamental. Sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan, PMKRI dalam pendidikan dan kaderisasi selalu mengarahkan para kadernya untuk selalu mengimplementasikan visi organisasi yaitu terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan dan persaudaraan sejati. Dalam hal ini, peran PMKRI sebagai organisasi secar terus-menerus mendorong kader untuk bersikap kritis, rasional, objektif memperjuangkan terwujudnya pembaharuan, perubahan dan pembangunan moral, mental, spiritual yang berdampak sosial dalam kehidupan menggereja, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan identitasnya. Dalam mengembangkan spiritualitas kader, PMKRI Cabang Maumere memilih Santo Thomas Morus sebagai pelindung serta sebagai teladan gerakan. Spritualitas hidup Santo Thomas Morus memberikan inspirasi, motivasi bagi perkembangan kepribadian kader PMKRI di Maumere baik dalam aspek spiritual, pemikiran serta tindakannya dalam memperjuangkan visi dan misi organisasi. Teladan hidup Santo Thomas Morus seperti, kejujuran, keberanian, kebijaksanaan, serta kerendahan hati untuk mendengarkan suara Allah seharusnya menjadi landasan moral kader PMKRI untuk menjadi manusia religius dan humanis yang penuh dengan keberanian memperjuangkan terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan, dan persaudaraan sejati.} }