@thesis{thesis, author={BIDHO Rupertus}, title ={Realitas Perpisahan Suami-Istri dalam Keluarga Katolik dan Dampaknya bagi Pembentukan Kepribadian Anak di Paroki MBC Bajawa menurut Anjuran Apostolik Familiaris Consortio}, year={2024}, url={http://repository.iftkledalero.ac.id/2467/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk (1) memaparkan realitas perpisahan suami-istri dan dampaknya bagi pembentukan kepribadian anak di Paroki MBC Bajawa dan (2) menjelaskan tanggapan Gereja melalui Anjuran Apostolik Familiaris Consortio terhadap realitas perpisahan suami-istri dan dampaknya bagi pembentukan kepribadian anak di Paroki MBC Bajawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni studi kepustakaan, Focus Group Discussion, wawancara, kuesioner dan data sekunder. Fokus studi ini adalah realitas perpisahan suami-istri dalam keluarga Katolik dan dampaknya bagi pembentukan kepribadian anak di Paroki MBC Bajawa menurut Anjuran Apostolik Familiaris Consortio. Bertolak dari persoalan perpisahan suami-istri dalam keluarga Katolik dan dampaknya bagi pembentukan kepribadian anak, penulis membahas landasan konseptual tentang keluarga Katolik, perpisahan suami-istri, pembentukan kepribadian anak dan Anjuran Apostolik Familiaris Consortio. Landasan konseptual tersebut akan dilengkapi dengan penelitian lapangan tentang perpisahan suami-istri dan dampaknya bagi pembentukan kepribadian anak di Paroki MBC Bajawa. Berpedoman pada landasan konsptual dan hasil penelitian lapangan, penulis menganalisis tanggapan Gereja melalui Anjuran Apostolik Familiaris Consortio terhadap realitas perpisahan suami-istri dan dampaknya bagi pembentukan kepribadian anak di Paroki MBC Bajawa. Berdasarkan hasil analisis penulis menemukan tiga tanggapan Gereja sebagai berikut. Pertama, perpisahan suami-istri berakar pada keraguan dan kebingungan suami-istri tentang nilai-nilai yang mendasari kehidupan keluarga. Kedua, perpisahan suami-istri mengagalkan rencana Allah tentang pernikahan dan keluarga. Ketiga, perpisahan suami-istri mengaburkan peranan keluarga Katolik. Berkaitan dengan dampak perpisahan suami-istri bagi pembentukan kepribadian anak di Paroki MBC Bajawa, Gereja menegaskan bahwa suami-istri yang berpisah bertanggung jawab terhadap pembentukan kepribadian anak. Perpisahan tidak menjadi alasan bagi mereka untuk mengabaikan tanggung jawab dalam proses pembentukan kepribadian anak. Bertolak dari hasil penelitian ini, penulis memberikan tiga saran bagi beberapa pihak sebagai berikut. Pertama, Gereja Paroki MBC Bajawa melalui Seksi Pastoral Keluarga wajib mengupayakan pendampingan bagi orang muda dan keluarga pasca nikah. Kedua, Seksi Pastoral Keluarga perlu mengadakan program kunjungan bagi suami-istri yang berpisah untuk mendengarkan keluhan, memberikan nasihat dan mencari solusi atas persoalan yang terjadi. Ketiga, Seksi Pastoral Keluarga perlu mengadakan program pendampingan bagi anak dari suami-istri yang berpisah untuk mendukung proses pembentukan kepribadian anak dalam empat aspek perkembangan.} }