@thesis{thesis, author={LAMANEPA Yohanes Paulus}, title ={Memahami Ritus Soga Madak sebagai Pemulihan Arwah Orang yang telah Meninggal pada Masyarakat Watoone Berdasarkan Konsep Indulgensi dalam Gereja Katolik.}, year={2024}, url={http://repository.iftkledalero.ac.id/2478/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan situasi masyarakat di Desa Watoone Pulau Adonara dan praktik pemulihan arwah orang yang telah meninggal dunia dalam ritus Soga Madak; (2) menjelaskan konsep indulgensi dalam Gereja Katolik; (3) membuat penilaian atas konsep pemulihan ritus Soga Madak dalam terang konsep indulgensi Gereja Katolik; (4) menemukan relevansi praktis penilaian atas konsep pemulihan dalam ritus Soga Madak dalam terang konsep indulgensi Gereja Katolik bagi karya pastoral Gereja. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu metode penelitian kualitatif. Berkaitan dengan metode penelitian ini, pertama-tama penulis membuat analisis kepustakaan melalui teks-teks budaya dan sumbersumber yang mengulas seputar konsep indulgensi dalam Gereja Katolik. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara secara mendalam pada sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat guna mendalami konteks kebudayaan masyarakat Watoone dalam kaitan dengan tema ritus Soga Madak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibuat, beberapa kesimpulan bisa ditarik antara lain; pertama, dalam ritus Soga Madak terkandung makna pemulihan bagi arwah orang yang telah meninggal. Kedua, Gereja Katolik mempunyai konsep indulgensi untuk mendoakan keselamatan orang yang telah meninggal dunia. Ketiga, dalam ritus Soga Madak sudah terkandung nilai-nilai Kristiani yang merujuk pada adanya keyakinan akan kehidupan setelah kematian. Proses dan bentuk dari ritus Soga Madak ditemukan memiliki keselarasan dengan konsep indulgensi Gereja Katolik. Keempat, temuan makna pemulihan dalam ritus Soga Madak yang dibaca dalam kerangka konsep indulgensi Gereja itu mempunyai relevansi praktisnya bagi pengembangan iman umat melalui sebuah dialog iman dan kebudayaan. Hal itu direalisasikan melalui sebuah pendekatan pastoral dengan metode katekese pada tataran konseptual antara aspek pemulihan ritus Soga Madak dan indulgensi dalam Gereja, serta pastoral dalam kaitannya dengan inkulturasi ibadat arwah.} }