@thesis{thesis, author={MADUR Libertus}, title ={Keterlibatan Gereja Lokal Keuskupan Ruteng dalam Pembangunan Pendidikan Masyarakat Manggarai}, year={2021}, url={http://repository.iftkledalero.ac.id/741/}, abstract={Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan Gereja lokal Keuskupan Ruteng dalam pembangunan pendidikan masyarakat Manggarai. Dalam merampung karya tulis ini penulis menggunakan dua metode. Pertama, kajian kepustakaan. Dalam kajian kepustakaan ini, penulis membaca berbagai literatur seperti; buku, dokumen-dokumen Ajaran Sosial Gereja (ASG), data-data pusat pastoral Keuskupan Ruteng, artikel serta informasi penting lain yang sesuai dengan tema karya tulis ini. Data-data ini diolah dan dianalisis secara teliti dan digunakan dengan selektif. Kedua, penelitian lapangan. Dalam penelitian lapangan, penulis mewawancarai satu narasumber kunci guna memperkuat data-data yang sudah ditemukan dalam kajian kepustakaan. Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia atau upaya menumbuh-kembangkan potensi dalam diri setiap individu agar mampu mewujudkan dirinya secara utuh. Pendidikan membantu manusia untuk bertumbuh dan berkembang ke arah kedewasaan. Pendidikan juga menjadi dimensi yang sanagt strategis bagi terwujudnya kesejahteraan bersama (bonum commune) dalam masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa keterlibatan Gereja lokal Keuskupan Ruteng dalam pembagunan pendidikan masyarakat merupakan seluruh upaya untuk membantu perkembangan masyarakat yang mencakupi semua aspek, baik itu aspek kognitif, afeksi, moral, rohani serta pendidikan yang berdimensi personal dan sosial. Beberapa wujud konkrit keterlibatan Gereja Keuskupan Ruteng dalam pembangunan pendidikan masyarakat Manggarai ialah (1) melalui yayasan pendidikan Sukma yang menaungi ratusan sekolah mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, (2) sosialisasi pendidikan, (3) pelatihan guru profesional, (4) pelatihan manajemen bagi para ketua yayasan pendidikan Katolik se-Keuskupan Ruteng, (5) pendidikan Kitab Suci dan katekese pendidikan, (6) dialog pendidikan berbasis media, (7) penggalangan dana abadi pendidikan, (8) pendidikan pemberdayaan ekonomi umat dan (9) pendidikan kategorial.} }